Penekanan Presiden RI atas Persatuan Umat di Hari Fitri
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i58692-penekanan_presiden_ri_atas_persatuan_umat_di_hari_fitri
Di hari yang fitri ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap bangsa Indonesia semakin bisa mempererat persatuan dan kesatuan. Dengan begitu segenap masyarakat pun akan semakin bisa berkontribusi untuk membangun bangsa.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 15, 2018 13:16 Asia/Jakarta
  • Presiden RI dan para pejabat
    Presiden RI dan para pejabat

Di hari yang fitri ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap bangsa Indonesia semakin bisa mempererat persatuan dan kesatuan. Dengan begitu segenap masyarakat pun akan semakin bisa berkontribusi untuk membangun bangsa.

“Dengan kembali menjadi fitri, semoga kita semakin mempererat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya yang diunggahnya pada Jumat (15/6/2018).

 

Dengan mempererat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa itu, Presiden Jokowi meyakini akan semakin berguna untuk membangun negara ini. Serta semakin berguna untuk membangun negara ini,” imbuhnya.

 

Seusai salat Id, Presiden pun melakukan open house di Istana Kepresidenan Bogor. Seluruh kalangan masyarakat dipersilakan datang untuk merayakan Idul Fitri bersama Presiden. Tampak mulai dari pejabat negara dan daerah serta masyarakat biasa berkesempatan bersalaman dengan Presiden.

 

Ratusan masyarakat yang mendatangi gelar griya (open house) yang diselenggarakan oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.

 

Masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut sudah mengantri di gerbang 2 Kebun Raya Bogor sejak sekitar pukul 08.00 WIB agar dapat bisa bersilaturahmi dengan Presiden.

 

"Ini pertama bertemu Presiden, pertama masuk Istana Presiden, saya hanya ingin mengucapkan selamat Idul Fitri saja," kata Ajum Jumhadi salah satu penarik becak yang biasa "mangkal" di kawasan Paledang, Bogor di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

 

Ajum datang bersama rekan-rekannya dan mendapat giliran untuk bersalaman dengan Presiden dan Ibu Negara pada sekitar pukul 10.15 WIB.

 

"Buru-buru tadi datang ke sini, ingin silaturahmi dengan Bapak Presiden," tambah dia. Ajum mengaku tidak punya keinginan lain setelah bertemu dengan Presiden.

 

"Tergantung Presiden mau mesan apa saja," ungkap Ujang yang mengenakan sandal jepit saat masuk ke ruang Teratai Istana Kepresidenan Bogor yang menjadi tempat berlangsungnya gelar griya.

 

Sedangkan Ujang, petani asal Sukabumi juga mengaku datang karena ingin bersilaturahmi dengan Presiden.

 

"Datang sendiri, tadi salaman langsung, Ya minal aidin saja," kata Ujang. Ujang pun mengaku bahagia bisa bertemu dengan Presiden.

 

"Ya bahagia sekali. Seumur hidup baru kali ini ketemu," ungkap Ujang. Ia mengaku datang berjalan kaki, dua hari dua malam.

 

"Berangkat dari hari Rabu, jalan kaki menuju Bogor karena untuk mengirit ongkos lah. Setelah ini ya pulang ke Sukabumi lagi, jalan kaki lagi, nggak ada ongkos saya," tambah Ujang.