Menelisik Pertemuan Menlu Indonesia dan Belanda
-
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan resmi sejawatnya dari Belanda Stephanus Abraham Blok di Jakarta hari Selasa (3/7).
Situs Antara melaporkan, pertemuan menlu Indonesia dan Belanda membahas berbagai masalah, terutama upaya peningkatan kerja sama antara kedua negara.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila di Kementerian Luar Negeri RI itu, Retno menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Belanda yang telah mendukung upaya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.
Kedua menteri dalam pertemuan bilateral tersebut membahas upaya untuk meningkatkan kemitraan dan kerja sama ekonomi Indonesia-Belanda, salah satunya melalui perundingan tentang kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa.
Deklarasi Bersama tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Belanda pada 2018 memasuki tahun kelima.
"Belanda merupakan mitra dagang kedua terbesar di Eropa bagi Indonesia," ujar Menlu Retno.
Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Belanda pada 2017 mencapai lima miliar dolar AS.
"Banyak komoditas ekspor Indonesia masuk ke Eropa melalui pelabuhan Belanda. Komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belanda adalah minyak sawit," kata Menlu Retno.
Selain itu, Belanda merupakan investor terbesar ke-7 di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 1,49 miliar dolar AS dalam 871 proyek pada 2017.
Terkait bidang pariwisata, Menlu RI menyampaikan bahwa wisatawan asal Belanda yang berkunjung ke Indonesia meningkat 5,31 persen pada 2017 hingga mencapai 250.844 orang.
Menlu Steph Blok menyampaikan keinginan pemerintah Belanda untuk meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Belanda.
Kedua menteri juga membahas kerja sama keamanan, khususnya upaya penguatan kerja sama melawan kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan dan perdagangan narkoba serta terorisme.
Terkait isu terorisme, Menlu Belanda mengatakan bahwa kedua negara menghadapi tantangan yang sama dalam masalah terorisme. Sebab, Indonesia dan Belanda sama-sama tengah menghadapi ancaman serupa seperti gelombang eks simpatisan ISIS yang baru kembali dari Suriah dan Irak, serta potensi kekerasan ekstremisme dari dalam negeri sendiri.
Dalam pertemuan itu, Belanda dan Indonesia juga menandatangani letter of intent kerja sama keamanan siber.
CNN Indonesia melaporkan, Retno mengatakan penandatangan dokumen tersebut dilakukan sebagai langkah awal dan bentuk komitmen antara kedua negara untuk berbagi informasi dalam bidang hukum dan kebijakan nasional terkait dengan ranah siber.
Dalam bidang kebudayaan, kedua menlu juga sepakat terus mendukung upaya bersama melindungi peninggalan maritim seperti bangkai kapal perang di perairan Indonesia. Belanda dan Indonesia juga sepakat melakukan eksplorasi dan penelitian bersama bangkai kapal perang yang karam di Laut Jawa.
Dalam pertemuan bilateral, kedua menteri juga membahas upaya untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Belanda, termasuk melalui kerja sama pendidikan.(Antara/CNNIndonesia/PH)