Dinamika Asia Tenggara 16 Juli 2018
Sejumlah tema yang dibahas dalam edisi Dinamika Asia Tenggara 16 Juli 2018. Indonesia Masuk 10 Negara Teraman di Dunia Utusan Khusus Presiden Iran Kunjungi Indonesia dan Malaysia Jaksa Swiss Selidiki Dana 1MDB Malaysia Dua wartawan asing Diadili di Myanmar dan Regu Penyelamat Thailand Berhasil Keluarkan 12 Orang dari Gua.
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia masuk dalam daftar 10 negara teraman di dunia berdasarkan survei Gallup Law and Order. Situs Antara hari Rabu (11/7) melaporkan, Jokowi mengatakan, kabar baik dari Gallup Law and Order, (yang) menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman di dunia ini Sebuah capaian yang membanggakan kita semua, yang harus dijaga dan dipertahankan, ini merupakan hasil kerja elemen-elemen bangsa dan tentu ada kerja keras, pengabdian dan dedikasi Polri.
Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta para pejabat kepolisian itu, Presiden mengingatkat Polri agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian itu.Sebab, ke depan tantangan akan semakin kompleks, tuntutan rakyat semakin meningkat, dunia terus berubah bergerak membawa ancaman baru.
Presiden meminta Polri senantiasa menjaga kerukunan dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan, terus mengantisipasi berbagai potensi konflik horizontal yang mengangkat isu primordial seperti perbedaan suku, agama dan ras. Mengenai masalah ini, analis Indonesia, Edi Syarif menjelaskan:
Wawancara:
Utusan Khusus Presiden Republik Islam Iran Urusan Perempuan dan Keluarga mengunjungi Indonesia dan Malaysia. Sebelum bertemu Wapres Yusuf Kala, Ebtekar terlihat menemui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung Pancasila, Kemlu RI.
Sehari sebelumnya, Masoumeh Ebtekar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah hari Selasa (10/7/2018) untuk membicarakan isu-isu hubungan bilateral kedua negara.
Selain membahas proses hubungan bilateral dan transformasi regional dan internasional, Ebtekar dan Abdullah juga bertukar pandangan tentang cara-cara untuk memperkuat hubungan bilateral.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan masalahpelaksanaan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) sebagai sebuah kesepakatan internasional dan kelanjutan kesepakatan ini oleh pihak-pihak yang menandatanganinya.
Ebtekar juga menjelaskan pandangan Iran mengenai JCPOA dan harapan kepada masyarakat internasional, berbagai negara dan mitra-mitra dagang dan ekonomi negaranya. Kunjungan Wapres Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga ke Malaysia berlangsung sehari untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Kuala Lumpur.
Masih dari Malaysia, skandal kasus 1MDB yang menjadi salah satu penyebab kekalahan Najib Tun Razak dalam pilpres menjadi sorotan dunia. Jaksa Swiss, Lauber mengatakan dana 1MDB digunakan sebagai skema Ponzi oleh sekumpulan konspirator untuk membayar suap dan memperkaya diri mereka sendiri.
Bloomberg Rabu (11/7) melaporkan, Jaksa Agung Swiss Michael Lauber mengatakan, pihak berwenang Swiss sekarang sedang menyelidiki enam orang karena dugaan keterlibatan mereka dalam skandal multi-miliar dolar 1MDB dan dua bank Swiss, Falcon Private Bank dan BSI SA, tetap dicurigai. Swiss telah menyelidiki bagaimana miliaran dolar yang dialokasikan untuk pembangunan ekonomi melalui 1Malaysia Development Bhd dialihkan dan masuk ke bank-bank Swiss untuk memperkaya pribadi terdakwa.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak hari Rabu (4/7) menghadapi empat tuduhan korupsi yang diajukan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Pengadilan terhadap Najib digelar hanya beberapa pekan setelah kekalahan koalisi Barisan Nasional dalam pemilihan umum Malaysia.
Gugatan muncul di saat Najib terlibat dalam keputusan atas nama pemerintah untuk memberikan jaminan pinjaman dari Dana Pensiun ke SRC Internasional, unit yang pernah berada di bawah 1MDB, sebesar empat miliar ringgit.
Pengadilan Myanmar hari Senin (9/7) mendakwa dua wartawan media asing yang meliput situasi di pusat krisis Rohingya dengan tuduhan mencuri dokumen rahasia negara. Hakim distrik Yangon, Ye Lwin, mendakwa kedua wartawan bernama Wa Lone dan Kyaw Soe Oo itu melanggar Undang-Undang Rahasia Negara yang dapat menjerat tersangka dengan hukuman penjara maksimal 14 tahun. Tapi kedua wartawan Reuters tersebut mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang diarahkan pada mereka.
Kedua wartawan itu pun dituduh menghimpun serta mendapatkan dokumen rahasia terkait pasukan keamanan yang diduga digunakan untuk mengancam keamanan nasional Myanmar. Proses hukum pun akan terus berlanjut meski bulan lalu, pengacara kedua wartawan meminta hakim membatalkan kasus tersebut dengan dalih tak ada cukup bukti. Menurut tim pengacara, klien mereka ditahan dalam operasi jebakan oleh kepolisian yang bertujuan mengintervensi proses pelaporan mereka.
Sebelumnya, Komisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein mengingatkan berlanjutnya pelarian Muslim Rohingya dari Myanmar ke negara lain untuk menyelamatkan diri. Zeid Ra'ad Al Hussein di sela-sela pertemuan Dewan HAM PBB ke-38 yang berlangsung di Jenewa menyampaikan kekhawatiran mengenai berlanjutnya pelarian Muslim Rohingya dari negaranya ke luar negeri.
Presiden Komite Palang Merah Internasional, Peter Maurer menilai kondisi Rakhine masih belum kondusif bagi kedatangan minoritas Muslim Rohingya yang saat ini mengungsi di Bangladesh.
Pemerintah Myanmar belum lama ini mengumumkan kesiapannya untuk memulangkan lebih dari 700.000 orang pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Rakhine. Gelombang kekerasan terhadap Rohingya yang terjadi sejak 27 Agustus 2017 menyulut pengungsian besar-besaran minoritas Muslim Rohingya dari Rakhine menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri.
Dilaporkan ribuan orang etnis Rohingya tewas dalam serangan yang dilakukan ekstrimis Budha dengan dukungan pihak keamanan Myanmar itu. PBB menyebut tentara Myanmar sebagai pihak yang terlibat dalam genosida terhadap Rohingya, dan menempatkannya dalam daftar militer terburuk di dunia.
Dua belas remaja anggota tim sepak bola Wild Boars bersama satu pelatihnya berhasil diselamatkan setelah terjebak di Gua Tham Luang, Thailand, selama dua pekan. Angkatan laut Thailand melalui akun Facebook mereka, Selasa (7/7) mengatakan, kedua belas anggota Wild Boars dan pelatihnya sudah keluar dari gua dan mereka selamat.
CNN melaporkan, para pemain sepak bola tim lokal Wild Boars berusia 11-16 tahun itu mengunjungi gua tersebut bersama seorang pelatih mereka setelah melakukan latihan rutin pada 23 Juni lalu.
Thailand langsung menerjunkan pasukan penyelamat untuk mengevakuasi para remaja tersebut. Kesulitan utama penyelamatan ini adalah letak gua yang berada di kedalaman 600 meter di bawah permukaan tanah.
Selain medan sempit dan sulit dijangkau, curah hujan tinggi juga membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi anak-anak lantaran sebagian gua terendam banjir. Salah satu relawan sekaligus mantan angkatan laut Thailand, Saman Guman, bahkan tewas saat melakukan misi penyelamatan. Sejumlah relawan dari negara-negara di Eropa, Asia, Australia, dan Amerika Serikat pun ikut membantu proses penyelamat.