KBRI Tehran Gelar Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i61004-kbri_tehran_gelar_peringatan_hut_ke_73_kemerdekaan_ri
Peringatan 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tehran pada Jumat, 17 Agustus 2018 tampak meriah. Ratusan warga diaspora yang datang dari berbagai kota Republik Islam Iran termasuk Qom, Isfahan, Gorgan dan Mashhad berkumpul di Wisma Kedutaan Besar RI di Tehran, ibu kota Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 18, 2018 07:09 Asia/Jakarta
  • Upacara Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI  di Wisma KBRI di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran.
    Upacara Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di Wisma KBRI di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran.

Peringatan 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tehran pada Jumat, 17 Agustus 2018 tampak meriah. Ratusan warga diaspora yang datang dari berbagai kota Republik Islam Iran termasuk Qom, Isfahan, Gorgan dan Mashhad berkumpul di Wisma Kedutaan Besar RI di Tehran, ibu kota Iran.

Rombongan terbesar didominasi dari kota Qom, dengan dua bus besar mengangkut keluarga diaspora.

 

"Kami berangat pukul 03:00 pagi, Shalat Subuh di jalan," kata salah seorang pelajar Qom.

 

Tepat pukul 07.15 upacara bendera dilaksanakan. Diawali dengan pengibaran dan penghormatan Bendera Merah Putih oleh Paskibra dari mahasiswa. Tiga buah lagu nasional dinyanyikan. Hari Kemerdekaan, Maju Tak Gentar, dan Bagimu Negeri.

 

Duta besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin dalam sambutan peringatan kemerdekaan RI ke 73 menekankan beberapa poin penting. Dalam pidatonya dikatakan, makna kemerdekaan yang paling utama adalah Indonesia harus menjadi negara maju, berdiri sejajar dengan negara-negara lainnya di dunia sebagai negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.  

 

Perjalanan Indonesia  sudah memasuki usia ke-73 tahun. Belenggu penjajahan sudah sirna, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan ketidakadilan yang berdampak pada konflik dan kekerasan di berbagai penjuru dunia. 

 

Bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki mayoritas penduduk Muslim terbesar dunia, tidak luput dari berbagai masalah yang muncul akibat konflik di kawasan dan tataran global.

 

Octavino juga menyinggung terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tahun 2019-2020 melalui dukungan penuh dari salah satunya Negara Islam Iran.

 

"Terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2019-2020 melalui dukungan penuh dari salah satunya Negara Islam Iran diharapkan dapat membantu memelihara perdamaian dan keamanan dunia dengan tetap memajukan kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur," ujarnya.

 

Dubes RI untuk Tehran lebih lanjut menyinggung tahun politik menyusul akan dilaksanakannya pesta demokrasi untuk memilih presiden dan wakil presiden serta seluruh anggota MPR, DPR, DPD dan DPRD secar serentak. Pemilu tersebut juga akan diadakan di luar negeri termasuk di Republik Islam Iran.

 

"Seluruh warga negara Indonesia diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya di manapun mereka berada. Tingkat partisipasi yang tinggi dari para pemilih akan menentukan keberhasilan pemilu dan sekaligus melegitimasi kepemimpinan nasional selama lima tahun mendatang. Semakin matanganya kehidupan demokrasi Indonesia akan memperkokoh postur negara, postur pemerintahan Indonesia dalam berinteraksi dengan negara lain termasuk dengan negara Islam Iran," pungkasnya.

 

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, sesi foto, lomba dan pembagian hadiah, diakhir makan siang dan ramah tamah. (RA)