Wawancara Eksklusif Dubes RI untuk RII tentang Pencak Silat dan Politik
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i61062-wawancara_eksklusif_dubes_ri_untuk_rii_tentang_pencak_silat_dan_politik
Octavino Alimudin, suami Yanty Bachtiar, lahir di Jakarta 1968, memiliki pembawaan cenderung hati-hati dan kalem. Menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran dan Turkmenistan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 19, 2018 21:52 Asia/Jakarta
  • Duta Besar RI untuk RII Octavino Alimudin.
    Duta Besar RI untuk RII Octavino Alimudin.

Octavino Alimudin, suami Yanty Bachtiar, lahir di Jakarta 1968, memiliki pembawaan cenderung hati-hati dan kalem. Menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran dan Turkmenistan.

Di tengah-tengah perlombaan dan usai upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Parstoday berkesempatan bertanya lebih lanjut mengenai isi pidato peringatan ini, terutama seputar Pencak Silat dan politik. Bertempat di Wisma Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tehran, Jumat, 17 Agustus 2018. 

 

 

 

Parstoday: Selamat Pagi Pak Dubes

 

Selamat Pagi

 

Parstoday: Terimakasih atas waktunya Pak. Hari ini kita telah memperingati HUT ke-73 Kemerdekan RI. Saya lihat tadi peserta upacara begitu khidmat. Lagu Indonesia Raya kita nyanyikan bersama dan kita juga menyimak pidato Pak Dubes. Ada beberapa hal yang kami catat dan ingin kami tanyakan lebih lanjut kepada Bapak. Pertama, tentang dukungan Iran kepada keanggotaan tidak tetap Indonesia di Dewan Keamaanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Kedua, tentang Pencak Silat dan Wushu. Ketiga, tetang persiapan pemilu di kawasan yang Bapak nilai sebagai indikasi keamaan di Iran, dan keempat, mengenai ucapan selamat yang biasa disampaikan presiden Iran kepada Indonesia terkait dengan HUT Kemerdekaan RI. Dari empat poin ini, kira-kira bisa dimaknai seperti apa dalam konteks kemerdekaan? Mohon untuk poin pertama dulu Pak.

 

Terimakasih untuk pengantar diskusi kita pada pagi hari ini. Jadi seperti yang kita sama-sama lakukan tadi pagi sebagai pengingat dari kita semua bahwa pada hari yang sama, hari Jumat, 73 tahun yang lalu, kita memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. Kita berharap, setelah 73 tahun –dengan mengamati dinamika politik saat ini ataupun juga kita lihat hubungan kerja sama yang baik antara negara Republik Islam Iran dengan Indonesia– ini bisa kita lakukan satu kerja yang lebih nyata, sehingga ini menjadi satu prestasi bangsa.

 

Pertama, berkaitan dengan dukungan Republik Islam Iran terhadap keanggotaan tidak tetap Indonesia di DK PBB ini sangat jelas. Mereka mendukung Indonesia tanpa ada syarat apapun. Jadi secara unilateral, mereka mendukung Indonesia di keanggotaan DK PBB selama satu tahun mendatang dari tahun 2019-2020.

 

Tentunya kita bisa melihat keberadaan Indonesia di DK PBB ini bisa merupakan satu wakil dari negara-negara yang berpenduduk Muslim. Jadi, tentunya di sini, Republik Islam Iran melihat bahwa dengan adanya Indonesia di DK PBB tentunya suara-suara Organisasi Konferensi Islam ataupun juga negara-negara Muslim lainnya bisa disuarakan oleh Indonesia. Dan yang tidak kalah penting, memang selain hubungan yang baik di forum internasional, kita juga melihat di segi bilateral, di mana ini sangat nyata di bidang olahraga.

 

Di bidang olagraga itu benar-benar kita rasakan. Jadi kalau kita melihat, kelebihan atlet-atlet dari Iran adalah di bidang martial arts (seni bela diri). Di satu sisi mereka sangat unggul di olahraga Wushu dan mereka sangat selektif untuk memilih negara yang dijadikan counter part atau mitra untuk berlatih.

 

Dari selektifnya mereka, mereka kemudian memilih Indonesia. Jadi, mereka mengundang ataupun kita juga bersama-sama melakukan satu kegiatan, yaitu pelatihan dengan mengundang pelatih dari Tiongkok ke Tehran, sehingga kalau kita lihat, latihan ini kan banyak menunjukkan kemampuan mereka. Kalau mereka tidak mampu, akan terlihat dengan atlet kita yang datang.

 

Parstoday: Jadi itu latihan bersama di Tehran dan atlet-atlet Wushu Indonesia ke Iran, begitu ya Pak?

 

Jadi, atlet-atlet terbaik Wushu yang terbaik kita kirimkan ke sini, berlatih bersama. Ada pelatih dari Tiongkok dan tentunya juga ada pelatih dari Indonesia dan Iran, yang mereka sehari-harinya melatih atlet-atlet ini.

 

Parstoday: Kemudian Pencak Silat, saya dengar pelatihnya dari Indonesia?

 

Iya. Jadi untuk Pencak Silat pun di dalam Asian Games ini akan diperlombakan untuk pertama kali. Di Iran ini ada perkumpulan Pencak Silat, tidak hanya untuk Iran tapi untuk negara-negara di kawasan. Jadi kalau kita lihat di Azerbaijan, atau mungkin di Turkmenistan, negara-negara tetangga Iran ini juga memiliki kelompok-kelompok untuk berlatih atau ikut dalam pertandingan Pencak Silat.

 

Parstoday: Konteks untuk Indonesia, mungkin signifikan untuk promosi Pencak Silat itu sendiri ya Pak, karena posisi Iran yang kira-kira memiliki hubungan baik, dan sebagai pionir. Bagaimana menurut Bapak?

 

Jadi, di satu sisi, memang untuk atlet Pencak Silat Iran, mereka sangat kuat. Umumnya atlet-atlet Iran itu memiliki stamina yang tangguh dan bagus. Jadi mereka bisa melakukan serangan-serangan yang sifatnya tidak merupakan seni tapi merupakan pertarungan, dan dalam hal ini umumnya mereka unggul.

 

Demikian pula di Pencak Silat. Di satu sisi mereka ingin menunjukkan capaian mereka dalam melakukan beberapa gerakan-gerakan di Pencak Silat, tapi di sisi lain, mereka juga perlu ada seni. Olahraga itu ada dua: ada pertarungan dan ada keindahan.

 

Di Indonesia, kita mengundang mereka. Jadi kita kirimkan pelatih kita ke Iran selama dua bulan. Mereka melatih teknik-teknik pertandingan, dan di sisi lain, kita ajak mereka ke Indonesia untuk ikut dalam turnamen-turnamen yang ada, sehingga diharapkan nanti ketika Asian Games, mereka sudah tau medannya dan sudah tau bagaimana karakter Indonesia.

 

Parstoday: Kemudian masalah pemilu, kira-kira persiapannya sejauh mana?

 

Pemilu di luar negeri, khususnya di Iran ini, paling tidak akan melibatkan 268 pemilih yang memiliki hak suara. Jadi kita mencoba, sejak bulan Mei, kita telah membuat semacam pelatihan, dan saat ini sudah bisa dipastikan daftar pemilih tetap yang kita kirimkan ke Indonesia. Jadi bagi pemilih, mereka bisa mengecek apakah namanya terdaftar atau tidak walaupun mereka tidak berada di Indonesia. Hanya tinggal cek di websitenya Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka bisa menemukan namanya di situ.

 

Jadi kita berharap saat ini sudah ada daftar pemilih tetap dan kita sudah tetapkan juga harinya untuk kita memilih. Kita berharap setiap pemilih bisa meluangkan waktu, dan ini yang kita tekankan dalam pidato saya, gunakan hak pilih itu! Karena dengan kita menggunakan hak pilih, maka kita bisa menjamin legitimasi pemimpin yang terpilih berdasarkan mayoritas.

 

Parstoday: Apa respon Bapak terhadap ucapan Presiden Iran Hassan Rouhani yang biasa disampaikan di HUT Kemerdekaan RI dan apa istimewanya dari peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 ini?

 

Ya, tentunya kita berharap ucapan selamat dari pemimpin Iran bisa kita terima, dan hal ini merupakan hal yang lumrah. Mengingat saat ini akhir pekan, jadi mungkin kita bisa menerima dalam beberapa hari ke depan. Tapi ini adalah hal yang wajar. Presiden Joko Widodo juga selalu mengirimkan ucapan selamat kepada Presiden Rouhani. Dan yang paling penting adalah bukan ucapannya, tapi adalah semangat dari pemimpin kedua negara untuk meningkatkan hubungan yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun.

 

Jadi, yang kita prediksi adalah, tadi yang sudah saya sampaikan ya, kita tidak hanya meningkatkan jumlah perjanjian yang kita tandatangani, ini menjadi satu basis yang kuat. Dan kedua adalah kita mendorong, tidak hanya di antara pemerintah, tapi juga di antara penduduk kedua negara.

 

Dengan adanya Asian Games yang akan dimulai besok (Sabtu, 18 Agustus 2018) dan kehadiran atlet Iran yang sangat besar, berikut medianya, kita berharap mereka bisa melihat bahwa bagi Indonesia, tahun ini bisa menjadi satu peringatan khusus bagi Indonesia untuk melihat 73 tahun sudah sejauh mana (dan seperti apa).

 

Dan di sisi lain dengan kehadiran atlet dan pejabat serta media Iran di Indonesia setelah peringatan 17 Agustus, bisa juga menunjukkan kepada mereka bahwa Indonesia siap untuk meningkatkan kerja sama dengan negara ini di berbagai sektor.

 

Terimakasih Pak Dubes atas waktunya. Sekali lagi kami ucapkan selamat atas HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Sekian, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. (RA)