Kemenlu Indonesia Panggil Dubes Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i63678-kemenlu_indonesia_panggil_dubes_arab_saudi
Kementerian Luar Negeri Indonesia Rabu (31/10) memanggil duta besar Arab Saudi untuk negara ini sebagai protes atas eksekusi seorang tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Nov 01, 2018 08:07 Asia/Jakarta
  • Bendera Indonesia
    Bendera Indonesia

Kementerian Luar Negeri Indonesia Rabu (31/10) memanggil duta besar Arab Saudi untuk negara ini sebagai protes atas eksekusi seorang tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

Seperti dilaporkan IRIB, Indonesia saat memanggil dubes Saudi meminta Riyadh memberi penjelasan kepada Jakarta karena tak ada notofikasi kepada pihak KBRI di Riyadh maupun KJRI Jeddah sebelum eksekusi.

 

Kantor Presiden Indonesia hari rabu dalam statemennya menyatakan, Presiden Joko Widodo dalam kontak telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyampaikan protes kerasnya atas langkah Riyadh mengeksekusi Tuti Tursilawati, pekerja migran asal Majalengka.

Menlu Indonesia Retno Marshudi

 

Riyadh hari Senin (29/10) mengeksekusi Tuti Tursilawati di kota Taif dengan dakwaan membunuh majikannya.

 

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat.

 

Tuti divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya. Nisma Abdullah, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia yang mendampingi kasus itu sejak awal, mengatakan, pembunuhan itu tak disengaja lantaran Tuti membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya.

 

Selama bekerja di rumah majikan itu, menurut Nisma, Tuti kerap mendapat pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

 

Mayoritas pekerja asing bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi dan selain pekerjaan berat, mereka juga kerap mengalami pelecehan seksual serta pemerkosaan.

 

Sementara itu, setiap perlawanan tenaga kerja terhadap majikannya membuat mereka mengalai beragam siksaan. Di sisi lain tidak ada undang-undang di Arab Saudi yang mendukung pembantu rumah tangga yang mayoritasnya perempuan. (MF)