Statemen Prabowo dan Isu Pemindahan Kedutaan Australia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i64555-statemen_prabowo_dan_isu_pemindahan_kedutaan_australia
Pernyataan terbaru calon presiden Prabowo Subianto yang menilai rencana pemerintah Australia memindahkan kantor Kedutaan Besar Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem bukan merupakan urusan Indonesia, memicu reaksi dari berbagai kalangan di tanah air.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 23, 2018 13:47 Asia/Jakarta
  • Calon presiden Prabowo Subianto
    Calon presiden Prabowo Subianto

Pernyataan terbaru calon presiden Prabowo Subianto yang menilai rencana pemerintah Australia memindahkan kantor Kedutaan Besar Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem bukan merupakan urusan Indonesia, memicu reaksi dari berbagai kalangan di tanah air.

''Saya tidak melihat (pemindahan kedutaan besar) menjadi persoalan bagi Indonesia,'' kata Prabowo dalam acara Indonesia Economic Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).

Situs Republika hari Jumat melaporkan, Prabowo mengatakan Indonesia harus menghormati hak kedaulatan Australia untuk membuat keputusan tentang masalah ini. Meskipun, pemerintah Indonesia tidak setuju dengan kebijakan pemindahan tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Pemerintahan Joko Widodo sebelumnya sudah menegaskan sikap mereka terhadap pernyataan Perdana Menteri Scott Morisson yang ingin memindahkan kedutaan besar Australia ke Yerusalem. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pun segera menghubungi Canberra dan meminta konfirmasi pernyataan Morisson tersebut.

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo, Andre Rosiade mengklarifikasi pernyataan Prabowo Subianto tersbeut dan membantah jika pernyataan Prabowo yang menghormati keputusan Pemerintah Australia mengindikasikan tidak mendukung kemerdekaan Palestina.

Sikap senada datang dari Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Aliyudin yang memberikan pembelaan dengan menilai tidak ada yang salah dengan sikap pernyataan Prabowo tersebut.

Menurutnya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki sikap sendiri soal Palestina. "Sikap Pak Prabowo jelas sebagaimana sikap bangsa Indonesia umumnya, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina," kata Suhud dilansir situs Republika, Jumat (23/11).

Reaksi berbeda datang dari Peneliti dari The Middle East Institute, Zuhairi Miswari yang menganggap pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra itu justru membenarkan langkah kontroversial yang mampu merusak proses perdamaian antara Israel-Palestina tersebut.

"Sikap Prabowo tidak tegas dan cenderung tidak berpihak pada kemerdekaan Palestina. Prabowo jelas-jelas tidak paham sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan Palestina padahal sikap RI selama ini jelas dan tegas perihal isu ini," ujar Zuhairi dilansir CNNINdonesia.com hari Jumat (23/11).

Masjid al Aqsa di Baitul Maqdis

Lebih jauh Zuhairi menilai pernyataan Prabowo justru memberikan angin segar kepada negara-negara lain untuk memindahkan kedutaannya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Senada dengan Zuhairi, Kepala Program Studi Timur Tengah Pascasarjana Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menganggap pernyataan Prabowo tersebut menunjukkan ketidakpekaan terhadap politik luar negeri RI dan posisi pemerintah dalam melihat isu Israel-Palestina. Yon menganggap pernyataan Prabowo malah menunjukkan pelemahan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Demonstrasi mendukung Palestina di Indonesia

Situs RMOL melaporkan, isu pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem menjadi sumber ketegangan antara Canberra dan Jakarta beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengkritik rencana itu dan sudah menyatakan pendapat Indonesia baik secara publik maupun pribadi kepada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dan beberapa tokoh senior di pemerintahan Australia.

Selian itu, wacana pemindahan Kedubes Australia di Israel juga dianggap menghambat realisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Analis ekonomi politik Asia Tenggara dari Lowy Institute di Australia, Matthew Busch, mengatakan kepada Fairfax Media menilai wajar bila Prabowo mengambil garis yang sangat berbeda dengan Presiden Jokowi karena dia adalah lawan Jokowi dalam pemilihan presiden April 2019.(Republika/CNNIndonesia/Rmol/PH)