Debat Pilpres Ketiga; KPU dan Kesiapan Cawapres
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i68310-debat_pilpres_ketiga_kpu_dan_kesiapan_cawapres
Isu kesehatan menjadi salah satu tema dalam debat Pilpres ketiga yang akan digelar pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Adu gagasan ketiga ini akan mempertemukan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 11, 2019 10:42 Asia/Jakarta
  • Debat pilpres Indonesia 2019
    Debat pilpres Indonesia 2019

Isu kesehatan menjadi salah satu tema dalam debat Pilpres ketiga yang akan digelar pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Adu gagasan ketiga ini akan mempertemukan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pun telah menyiapkan amunisi masing-masing.

Usai merampungkan finalisasi teknis debat Pilpres ketiga, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, saling pamer kesiapan kandidat masing-masing.

Direktur Materi TKN Jokowi-Ma'ruf Aria Bima mengungkap, tema diusung terkait pendidikan, sosial budaya, ketanagakerjaan dan kesehatan menjadi topik yang dikuasai Cawapres Ma'ruf Amin.

Senada, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Priyo Budi Santoso pun mengklaim bahwa Cawapres Sandiaga Uno memiliki kesiapan yang prima untuk berdebat seputar hal terkait.

Pemilu Presiden 2019

Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) KPU Ilham Saputra menyatakan, persiapan debat pilpres ketiga, 17 Maret nanti, sudah rampung 80 persen.

"Kami akan umumkan panelis dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan ketenagakerjaan dan sosial budaya," kata Ilham Saputra di Kantor KPU RI, Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). Sebagaimana dilansir Liputan6 Senin.

Pada bidang sosial budaya, KPU mendapuk Radhar Panca Dahana, seorang sastrawan dan budayawan yang dikenal lewat karya-karyanya dalam bentuk esei sastra, cerita pendek, dan puisi. Kemudian, dalam bidang Ketegakerjaan, KPU menggandeng LSM Migrant Care.

Urusan pendidikan, rektor dari masing-masing perguruan tinggi yaitu Universitas Hassanudin dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Terakhir, di bidang kesehatan, KPU menggaet beberapa ahli dari kampus-kampus di Indonesia.

"Sekarang tengah dibuat Surat Keputusannya (SK) dengan panelis yang jumlahnya 7-9 orang ini," jelas dia.

Diketahui, debat ketiga akan dihelat pada 17 Maret 2019. Debat ini hanya akan menampilkan calon wakil presiden, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Lokasi debat akan kembali terselenggara di Hotel Sultan Jakarta dan disiarkan secara nasional pada pukul 20.00 WIB.

Adapun untuk materi debat nanti, bagi TKN, berbagai program kesehatan di era pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi akan ditonjolkan dalam debat nanti. Mereka menilai selama 4 tahun berjalan, program kesehatan capres inkumben dinilai telah efektif berjalan.

Beda dengan TKN, tim BPN akan menyoroti masalah Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) yang masih bermasalah di era pemerintahan Jokowi.

Anggota tim BPN, Hermawan Saputra mengatakan saat ini masalah kualitas hidup dan kebahagiaan masih kontras. Ia mencontohkan BPJS yang anggrannya meningkat tapi mengalami defisit.

Sementara itu, penanganan masalah stunting atau kekerdilan pada anak dan pengendalian tembakau diminta jadi perhatian khusus untuk dibahas pada debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 yang akan diikuti oleh kandidat calon wakil presiden.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan di Jakarta, Senin (11/3), masalah kekerdilan dan aturan mengenai produk tembakau akan berujung pada kualitas sumber daya manusia dan ekonomi Indonesia.

Dia mengatakan upaya penanganan kekerdilan di Indonesia harus dibuatkan strategi secara khusus dan spesifik. Menurut dia saat ini upaya pemerintah baru sekadar pada masalah perbaikan gizi.

Selain itu pengendalian produk tembakau juga penting dilakukan sebagai salah satu pangkal dari berbagai masalah penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia. Masalah tersebut berujung pada pembebanan biaya jaminan sosial kesehatan dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia yang berkurang karena berbagai penyakit.