Kampanye Terbuka Hari Pertama Menurut Bawaslu
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i68691-kampanye_terbuka_hari_pertama_menurut_bawaslu
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan digelar pada 17 April tidak lama lagi akan dilaksanakan. Masyarakat Indonesia di seluruh pelosok negeri ini akan memilih pemimpin bangsa Indonesia untuk memimpin negara ini lima tahun ke depan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 25, 2019 07:08 Asia/Jakarta
  • Pemilu 2019
    Pemilu 2019

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan digelar pada 17 April tidak lama lagi akan dilaksanakan. Masyarakat Indonesia di seluruh pelosok negeri ini akan memilih pemimpin bangsa Indonesia untuk memimpin negara ini lima tahun ke depan.

Kampanye Terbuka baru saja dimulai Ahad kemarin (24/3) hingga 21 hari ke depan. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin berpendapat bahwa kedua kubu baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga, sama-sama tampak ingin menjebol basis massa lawan di hari pertama periode kampanye terbuka.

"Hari ini kan kedua kubu sedang dan akan mempertontonkan strategi kampanye terbuka. Dalam kampanye terbuka yang paling penting itu meyakinkan mereka yang yang belum memilih atau mereka yang belum menentukan pilihannya," ungkap Ujang kepada Bisnis, Ahad (24/3/2019). Sebagaimana dilansir Kabar24, Ahad (24/03).

"Jumlahnya 13%. Cukup banyak. Bisa untuk mendapatkan kemenangan bagi kedua kubu," tambah Pengamat Politik dari Universitas al-Azhar Indonesia ini.

Seperti diketahui, di hari pertama periode kampanye terbuka yang akan digelar 24 Maret 2019 sampai 13 April 2019, pihak TKN Jokowi-Ma'ruf memilih membuka kampanye mereka di Banten, yang pada Pilpres 2014, Prabowo-Hatta unggul 57,1% suara dibandingkan Jokowi-JK dengan 42,9% suara.

Surat suara

Sedangkan BPN Prabowo-Sandiaga, memilih Sragen, Jawa Tengah, yang telah dikenal sebagai "Kandang Banteng" dengan kemenangan telak Jokowi-JK 66,65% berbanding Prabowo-Hatta yang hanya 33,35%.

"Memperkuat basis massa maupun menyerang basis massa lawan, kedua-duanya penting. Tentu kedua kubu sudah punya kalkulasi politik yang matang," ungkap Ujang.

"Dua-duanya harus digunakan. Namun, di tengah-tengah masyarakat yang sudah terpolarisasi, menyerang kandang lawan bisa saja lebih strategis," jelasnya.

Sementara anggota Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengimbau tim yang terlibat dalam kampanye untuk mengedepankan program. Ia menekankan kembali kampanye adalah pendidikan politik bagi masyarakat, sehingga publik tahu siapa calon atau figur yang akan mereka pilih dan visi-misi yang mereka dimiliki.

"Jadi apabila menyampaikan ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks membuat peran kampanye menjadi hilang,” kata Fritz, Minggu, 24 Maret 2019. Demikian dilaporkan Medcom, Senin (25/03)

Bawaslu berharap masing-masing pihak bisa memegang komitmen bersama. Menurutnya, proses kampanye terbuka di hari pertama berjalan tanpa ada pelanggaran, dari segi materi kampanye yang disampaikan seperti yang diatur dalam Pasal 280 UU Pemilu.

“Tapi dari pelaksanannya kami masih melihat masih ada yang membawa anak-anak dalam kampanye, kemudian masih ada mobil-mobil dinas di sekitar area pelaksanaan kampanye, dan aparatur sipil negara yang terlihat di sekitar lokasi kampanye,” ungkapnyua.

“Itu bagian yang harus menjadi perhatian bagi para penyelenggara,” kata dia.

Bawaslu juga melihat ada bendera-bendera atau alat-alat peraga kampanye yang bukan menjadi bagian dari alat peraga paslon atau partai politik. Masalah-masalah yang menjadi catatan tadi terjadi di kedua kubu.