Berharap dari Tingkat Partisipasi Pemilu 2019
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i68773-berharap_dari_tingkat_partisipasi_pemilu_2019
Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak 2019 diharapkan bisa mencapai 78 persen. Berkaca pada Pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi berada di kisaran 70-75 persen.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 27, 2019 12:36 Asia/Jakarta
  • Jangan golput
    Jangan golput

Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak 2019 diharapkan bisa mencapai 78 persen. Berkaca pada Pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi berada di kisaran 70-75 persen.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya mendukung target yang dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut. Berdasarkan Pemilu di tahun-tahun sebelumnya, kata Tjahjo, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 1955 tergolong paling tinggi.

Selanjutnya, setelah reformasi hingga pelaksanaan Pemilu 2014 serta pilkada serentak, rata-rata partisipasi masyarakat mencapai 74 persen.

Ia menyebutkan, partisipasi masyarakat pada Pemilu 2004 sebesar 84 persen, Pemilu 2009 sebesar 71 persen dan Pemilu 2014 sebesar 74 persen.

"Semoga tingkat partisipasi Pemilu sekarang ini harus terus meningkat sesuai targetan penyelenggara pemilu sebesar 77,5 persen," harapnya.

Saat ini, kata dia, Kemendagri telah menyiapkan strategi agar pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el dapat menyalurkan hak suaranya pada 17 April 2019.

Pemilu 2019

Ia mengatakan, tugas utama pemerintah setiap lima tahun adalah membantu suksesnya peran KPU dan Bawaslu dalam penyelenggaraan Pemilu. Tugas pemerintah pusat dan tugas pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri, adalah membantu apa yang dibutuhkan dalam tugas melancarkan KPU dalam pelaksanaan Pemilu.

Dalam meningkatkan tingkat partisipasi pemilih, Tjahjo menambahkan, seluruh pihak diharapkan untuk menggerakkan dan mengorganisir masyarakat supaya hadir di TPS untuk menggunakan hak pilihnya secara demokratis. “Mari kita bersama-sama, supaya target KPU yang minimal 78% ini akan bisa terwujud dengan baik,” ujarnya.

Masalah ini kembali disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam Rakor bidang Kewaspadaan dalam Rangka Pemantapan Pemilu di Jakarta, Rabu (27/03).

"Tingkat partisipasi politik masyarakat menjadi perhatian khusus pada Pemilu serentak tahun 2019," kata Tjahjo. Demikian dilansir Antaranews, Rabu (27/03)

Dia mengatakan partisipasi masyarakat ini salah satu bagian terpenting dari sebuah proses Pemilu. Tjahjo mengatakan target minimum partisipasi publik di Pemilu serentak 2019 sebesar 77,5 persen.

Selain soal tingkat partisipasi publik, Tjahjo mengatakan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sinergitas kuat dan berkesinambungan dalam menyukseskan pemilu.

"Suksesnya pemilu bukan hanya bersandar pada integritas penyelenggara pemilu dan peserta pemilu saja," ujar Tjahjo.

Lebih jauh dia menyampaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pileg dan Pilpres tahun 2014 dan tiga fase pilkada tahun 2015, tahun 2017, dan tahun 2018 dari aspek kewaspadaan secara umum berjalan dengan baik.

Aspek kewaspadaan itu, kata dia, dapat dijadikan pengalaman dalam menyikapi pileg dan pilpres serentak 2019, sehingga berjalan dalam kondisi aman dan terkendali.