Peringatan HUT Bhayangkara dan Instruksi Jokowi ke Polri
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i71728-peringatan_hut_bhayangkara_dan_instruksi_jokowi_ke_polri
Presiden Joko Widodo meminta Polri terus mengantisipasi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara Tahun 2019 di Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 10, 2019 06:27 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Presiden Joko Widodo meminta Polri terus mengantisipasi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara Tahun 2019 di Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

"Saya menghargai tingkat kepercaayan publik kepada polri semakin meningkat, namun itu tidak cukup karena tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu profesionalitas dan prestasi polri harus terus ditingkatkan," kata Presiden Jokowi. Sebagaimana dipantau Parstoday dari Kompas, Rabu (10/07).

Dalam amanatnya, Jokowi memberikan instruksi ke Polri. Jokowi mengatakan amanat yang dia sampaikan harus jadi pedoman bagi Polri dalam menjalankan tugas. Ada 5 instruksi yang dia berikan.

Pertama, terus tingkatkan kualitas SDM Polri guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Kedua, Jokowi minta Polri kedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan yang humanis. "Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat," kata Jokowi.

Instruksi ke empat, Jokowi minta Polri meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum. Jokowi juga minta anggota Polri memberikan rasa adil kepada masyarakat.

enderal Polisi Tito Karnavian

"Terakhir, perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial," katanya.

Jokowi juga menaruh perhatian terhadap upaya Polri yang terus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Dia mengapresiasi capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Selain itu, Jokowi menyebut kejahatan konvensional yang terus meresahkan masyarakat harus terus dijadikan perhatian.

Kejahatan lintas negara seperti kejahatan terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber, juga harus terus dicegah agar jangan sampai terjadi di Indonesia.

Saya perlu menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih berpotensi menjadi tantangan yang serius. Perkembangan teknologi informasi juga mendukung kejahatan di ruang-ruang siber.

Selain itu, Jokowi berpesan kejahatan yang menggangu ketertiban sosial seperti konflik sosial, kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkistis, juga harus terus diantisipasi.

"Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancaman untuk kerukunan, ancaman bagi persatuan, ancaman bagi kesatuan bangsa kita," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menaruh perhatian pada kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal fishing, illegal logging, dan tindak pidana korupsi.

"Tindak pidana korupsi, illegal fissing, illegal logging semua harus diberantas untuk melindungi kepentingan masyarakat dan juga negara," kata dia.

Menurut Presiden Jokowi, tantangan tantangan tersebut membutuhkan kecerdasan dan kecepatan bertindak dari Polri. Semua harus ditangani polri secara profesional, akuntabel dan sinergi dengan lembaga lain.