Daya Saing Produk UKM Indonesia
-
Usaha kecil dan menengah Indonesia
Pemerintah Indonesia berharap produk usaha kecil dan menengah bisa meningkatkan kualitasnya supaya bersaing di pasar global.
Situs katadata melaporkan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia masih kalah bersaing untuk pasar yang butuh produksi massal. Padahal, produk ekonomi kreatif yang punya nilai tambah tinggi bisa menjadi andalan untuk ekspor sehingga memperbaiki neraca perdagangan.
Jokowi menyerukan supaya para pelaku usaha mengembangkan produk kreatifnya.
"Ada banyak peluang yang kita bisa masuk. Itu adalah pasar niche yang jumlahnya kecil, tertentu, tetapi nilai tambah dalam pasar global besar sekali," katanya pada acara Karya Kreatif Indonesia Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (12/7) dilansir situs katadata.
Produk UKM binaan BI pada pameran itu memiliki nilai lebih karena ada dukungan pendanaan serta pemasaran. Peningkatan kualitas yang jauh lebih baik itu terlihat dalam hal kemasan, pembangunan merek, hingga desain. Dia mengungkapkan, proses kurasi serta peningkatan nilai produk bisa menghasilkan nilai yang lebih mahal. Sehingga, UKM juga mampu menghasilkan produk lebih banyak.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya sudah memiliki 898 UKM binaan dari 46 kantor perwakilan. Sebanyak 173 UKM sudah memiliki akses terhadap pendanaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta perbankan swasta.
Dia juga menyebutkan sebanyak 355 UKM sudah go digital dan menjual produk seharga Rp 35 miliar lewat marketplace sepanjang 2018. Salah satu capaian tahun lalu adalah 91 UKM sudah mampu menjual produk untuk ekspor, nilainya sebesar Rp 1,4 triliun. Perry mengungkapkan dalam pameran selama tiga hari, ada 28 slot untuk business matching UKM dan perbankan, serta 30 tempat untuk business matching dengan eksportir dan importir. Ada juga 30 pembahasan untuk masuk ke platform digital seperti e-commerce dan financial technolig (fintech).
Para UKM binaan BI siap untuk maju dalam peningkatan produk serta persaingan dalam perdagangan global. "Kami juga pasangkan mereka dengan desainer sehingga kelasnya meningkat dari taraf internasional, yang tadinya hanya lokal," kata Perry.(PH)