Menteri Susi Ajak Industri Terlibat Memerangi Sampah Plastik
-
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan pawai Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai yang dilakukan oleh Pandu Laut Indonesia bersama dengan 49 organisasi/lembaga lingkungan hidup di area car free day (CFD) Jakarta, mulai dari Bundaran HI hingga kawasan aspirasi Monas.
Di akhir pawai tersebut, Menteri Susi pun melakukan orasi yang menyerukan kepada masyarakat agar berhenti menggunakan plastik sekali pakai untuk memenuhi kebutuhan kegiatan harian. Menurut Menteri Susi, pembuang sampah plastik ke lautan juga "harus kita tenggelamkan".
"Pencuri ikan kita tenggelamkan. Nah, sekarang pencuri ikan pergi, datanglah plastik. Pembuang sampah plastik ke lautan juga harus kita tenggelamkan," katanya. Demikian hasil pantauan Parstodayid dari Antaranews, Ahad (21/07)
Menurut Menteri Susi, karena sejak 2014 Bapak Jokowi sudah mencanangkan bahwa laut adalah masa depan bangsa. Kita sudah usir illegal fishing, sekarang kita jaga laut dari plastik," ujar Susi di Jakarta, Minggu (21/7/2019).
Susi mengatakan 71 persen wilayah Indonesia adalah laut dan 70 persen sampah plastik yang dibuang warga akan berakhir di laut.
Tanpa ada upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dia memperkirakan, jumlah sampah plastik akan lebih banyak daripada jumlah ikan yang hidup di laut Indonesia pada 2040.
Susi mengajak seluruh warga mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk penggunaan sedotan plastik sekali pakai.
"Jangan minum pakai sedotan plastik. Kalau minum pakai sedotan seperti baby (bayi), malu-maluin," katanya saat berpidato dalam kegiatan pawai.
Dia memuji warga yang sudah mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menyebutnya sebagai orang-orang yang mencintai laut.
"Anak-anak bangsa yang mencintai masa depannya, mencintai lautnya," kata Susi.
Ia juga menyebut Bali dan Banjarmasin sebagai pemerintah daerah yang bisa menjadi teladan dalam menerapkan aturan mengenai pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Industri harus terlibat
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta semua industri yang memproduksi plastik untuk menarik plastik mereka dari laut.
“Tarik kembali plastiknya. Mereka membuat institusi apa, supaya asosiasi ikut bertanggungjawab juga, sama-sama memerangi plastik jangan masyarakat saja,” ujar Menteri Susi usai “Pawai Sampah Plastik” di Taman Aspirasi, Jakarta, Minggu.
Menteri Susi mengatakan Indonesia menjadi penyumbang plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Hal ini akan mengancam ekspor ikan Indonesia ke dunia.
“Kalau tidak, laut di 2040 lebih banyak plastik daripada ikan,” ujar Susi Pudjiastuti.
“Padahal, Indonesia penyumbang ikan nomor 2 di Eropa, Indonesia juga penyumbang ikan nomor 4 di dunia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan sebanyak 70 persen sampah plastik berpotensi masuk ke laut Indonesia, mengingat 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan.
“Kita perlu ikan, kita perlu laut yang indah. Ikan untuk kita makan. Ikan untuk industri perikanan kita, sementara kita juga perlu makan supaya jadi pintar, jadi sehat,” kata Susi Pudjiastuti.
Untuk itu, ia bertekad akan akan terus mengkampanye peningkatan kepedulian terhadap sampah plastik.
“Kita terus mengadakan kegiatan untuk menghargai laut, mencintai laut, dengan kampanye-kampanye tentang bahayanya sampah plastik. Di beberapa pasar ikan sudah tidak gunakan plastik sekali pakai,” ujar Susi.
Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.
Sementara itu, berdasarkan sumber yang sama, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.