Bahaya Asap Rokok bagi Anak, Pengaruhi Semua Organ Tubuh
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i73460-bahaya_asap_rokok_bagi_anak_pengaruhi_semua_organ_tubuh
Rokok berbahaya baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif. Salah satu golongan yang termasuk ke dalam perokok pasif adalah anak-anak. Karena anak, seringkali terkena dampak dari orangtuanya yang merokok.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 03, 2019 11:06 Asia/Jakarta
  • Rokok
    Rokok

Rokok berbahaya baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif. Salah satu golongan yang termasuk ke dalam perokok pasif adalah anak-anak. Karena anak, seringkali terkena dampak dari orangtuanya yang merokok.

Meskipun orangtua mengaku tidak merokok di dekat anak, misalnya orangtua merokok di kamar, toilet, halaman rumah, garasi, bahkan di kantor sekali pun, asap yang menempel di baju akan membawa dampak buruk bagi anak.

"Saat anak mengalami masalah pernapasan, baik itu batuk, infeksi saluran pernapasan, dan lain-lain, lalu orangtua membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan menanyakan, orangtuanya merokok atau tidak," ujar dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K), dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di Jakarta, Senin 2 September 2019.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, walaupun orangtua tidak merokok di hadapan anak, orang yang tinggal bersama akan ikut terdampak. Bahkan, saat orang orangtua merokok di kantor, asap akan menempel di baju. Sampai rumah orangtua langsung menggendong bayi atau anak, bayi menghirup asap tersebut dan akan terdampak juga. Ini yang dinamakan third hand smoke atau asap pihak ketiga.

"Bahayanya rokok, semua akan terdampak secara medis. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, dan anak-anak yang menginjak remaja. Rokok dapat memengaruhi kognitif, tingkah laku, pokoknya semua dari ujung kepala hingga ujung kaki bahaya rokok ada pustakanya," tambah dr. Darmawan.

Berhubungan dengan kemampuan kognitif, anak yang semula pintar jadi tidak pintar. Tingkah lakunya juga jadi susah diatur. Semua sistem organ, dari otak, saluran napas, jantung dalam jangka panjang, dan penyakit-penyakit metabolik, merupakan dampak buruk yang ditimbulkan rokok untuk anak.

Dampak dalam jangka pendek adalah keluhan respiratorik, keluhan napas, gampang batuk, gampang kena infeksi saluran napas sampai ke paru-paru. Anak juga akan rentan terkena penyakit lain, baik secara langsung atau memfasilitasi timbulnya penyakit lain.

"Karena asap rokok itu merusak dinding saluran napas sehingga efek saluran napas jadi terganggu. Ketika ada kuman dan bakteri yang masuk, yang harusnya dapat ditahan dengan mekanisme pertahanan saluran napas, karena dirusak oleh asap rokok, menjadi lebih mudah terkena penyakit," kata dr. Darmawan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah perokok, di antaranya dengan mengadvokasi masyarakat dan membuat acara talkshow, baik langsung atau di media sosial, untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok.

Bahaya Anak Perokok Pasif, Kemampuan Akademik Buruk hingga Kematian

Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia karena kanker paru. Meski begitu, juru bicara Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tersebut diketahui memiliki gaya hidup sehat termasuk tidak merokok, namun kerap menjadi perokok pasif.

Dikutip VIVA dari siaran pers Alodokter, saat seseorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok. Namun, sebagian besar asap rokok dilepaskan ke udara, sehingga asap dapat dihirup oleh perokok pasif.

Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara hingga 2,5 jam.

Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti asma, pilek, infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis, alergi, meningitis, batuk, infeksi telinga tengah yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, sindrom kematian bayi mendadak.

Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpapar asap rokok. Selain itu, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang merokok cenderung menjadi perokok saat mereka besar nanti.

Pada wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpapar asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen.

Selain itu, perokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri, atau yang disebut dengan aterosklerosis.  (Viva.co.id)