Atasi Asap di Enam Provinsi, BNPB Upayakan Hujan Buatan
-
Proses penyemaian awan untuk hujan buatan
Menghadapi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus berlanjut, pemerintah Indonesia terus mengambil berbagai langkah termasuk mengupayakan hujan buatan.
Situs katadata mengutip penjelasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 2.288 titik api seluruh Indonesia hingga Sabtu (21/9) pukul 16.00 kemarin. Petugas terus mengupayakan hujan buatan dengan mengerahkan setidaknya empat pesawat.
“Ada enam provinsi yang menjadi prioritas pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat BNPB Agus Wibowo, Minggu (22/9).
Ia menyebut, upaya pemadaman besar-besaran dilakukan di Riau (114 titik), Jambi (408 titik), Sumatera Selatan (219 titik), Kalimantan Barat (266 titik), Kalimantan Tengah (810 titik) dan Kalimantan Selatan (74 titik). Kondisi keenam provinsi dalam keadaan berasap.
Sedangkan kualitas udara berdasar konsentrasi PM10 adalah: Riau 314 (berbahaya), Jambi 238 (sangat tidak sehat), Sumatera Selatan 155 (tidak sehat), Kalimantan Barat 324 (berbahaya), Kalimantan Tengah 409 (berbahaya) dan Kalimantan Selatan 22 (baik).
Agus memaparkan, terdapat titik api yang sangat besar asap di Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Bayu Asin, Sumsel yang berdekatan dengan perbatasan Provinsi Jambi. Titik api ini sudah menyala sejak pertengahan Agustus 2019 belum bisa dipadamkan dan mengeluarkan asap sangat besar dan tertiup angin mengarah ke Jambi dan Riau.
Untuk memadamkan titik api, saat ini dikerahkan 400 personil yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat serta Mahasiswa. Sampai laporan ini ditulis belum ada laporan hujan.
Untuk Kalimantan Barat, penyemaian awan sebanyak 800 kilogram dengan pesawat casa-212 pada pukul 14.25 sd 16.11 WIB di wilayah Pontianak, Kuburaya dan Landak.
Kepala BPBD Kalbar melaporkan terjadi hujan di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Sedangkan Kalimantan Tengah, penyemaian awan sebanyak 2.400 kg dengan pesawat CN 295 pada pukul 14.14 sd 16.14 WIB di wilayah Kapuas, Barito Selatan dan Barito Timur. Sampai laporan ini ditulis belum ada laporan hujan.
Pesawat operasional TMC di Kalimantan diterbangkan dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya dan juga Bandar Udara Supadio, Pontianak. Sementara itu, operasi TMC di wilayah Sumatera dilakukan dari Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau dengan menggunakan pesawat TNI AU.(PH)