Tolak UU dan RUU Bermasalah, Protes Mahasiswa Berlanjut
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i74048-tolak_uu_dan_ruu_bermasalah_protes_mahasiswa_berlanjut
Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil rencananya kembali digelar di Jakarta. Aksi yang berpusat di Gedung DPR RI ini akan menghadirkan massa lebih besar dari sebelumnya.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 24, 2019 07:26 Asia/Jakarta
  • Demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta kemarin
    Demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta kemarin

Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil rencananya kembali digelar di Jakarta. Aksi yang berpusat di Gedung DPR RI ini akan menghadirkan massa lebih besar dari sebelumnya.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Nabil menyatakan aksi mahasiswa hari ini akan lebih besar karena diikuti mahasiswa dari luar Jabodetabek.

Mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Semarang, dan sejumlah kampus lain di Jawa Tengah disebut bakal ke Jakarta bergabung dengan massa aksi di Gedung DPR. Estimasi massa dari Jawa Tengah mencapai 5.000 orang.

Mahasiswa dari Jawa Barat dan Banten juga dikabarkan bakal ke Jakarta. Isu yang diusung gerakan mahasiswa masih sama. Mereka menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan seperti pelemahan KPK dan kebakaran hutan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Dari elemen buruh, demo disebut juga bakal digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Demo turut akan melibatkan massa dari elemen petani, masyarakat adat, dan perempuan.

Komite Nasional Pembaruan Agraria yang tergabung dalam Aliansi Hari Tani Nasional (HTN) 2019 menyatakan demo hari ini yang jatuh tepat di Hari Tani Nasional akan diikuti 94 organisasi masyarakat.

Unjuk rasa akan menyerukan sejumlah tuntutan, terutama terkait agenda reforma agraria yang dinilai macet total.

 

protes mahasiswa di Malang

Demo hari ini digelar bertepatan dengan rapat paripurna yang digelar anggota DPR RI. Rapat Paripurna hari ini mengagendakan pengambilan keputusan terhadap RUU Pemasyarakatan, RUU tentang APBN 2020 dan Nota Keuangan, RUU Pesantren.

Selain itu pengambilan keputusan terhadap RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta RUU Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Tidak ada agenda pengambilan keputusan terhadap RKUHP dan RUU Pertanahan.

Sementara itu Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 18 ribu personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Kemarin terjadi demonstrasi mahasiswa di berbagai kota di Tanah Air. Ribuan mahasiswa berdemonstrasi di Jakarta, Jogja, Bandung, Malang, Balikpapan, Samarinda, Purwokerto dan lainnya. Demo di berbagai kota itu menyuarakan tuntutan hampir sama, terutama menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK.

Di Jakarta, mahasiswa dari sejumlah kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Mereka berasal dari Universitas Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Al-Azhar, Universitas Kristen Indonesia dan beberapa kampus lain. Ribuan Mahasiswa Protes ke DPR, PMII Malah Demo KPK Massa mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR hari Senin menolak pengesahan RUU KUHP, Revisi UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU Ketenagakerjaan, serta RUU Sumber Daya Air. Mereka menilai isi revisi UU KPK, RUU KUHP dan rancangan beleid lainnya, mencederai demokrasi.

Di Yogyakarta, ribuan mahasiswa berjalan menyemut dari kampus masing-masing dan berkumpul di pertigaan antara jalan Gejayan (Affandi) dan jalan Colombo, Senin siang. Aksi yang diinisiasi Aliansi Rakyat Bergerak ini juga melibatkan aktivis LSM dan masyarakat sipil.

Mereka menyuarakan 7 tuntutan yaitu: menolak pengesahan RKUHP, mendesak revisi UU KPK yang baru, menolak pasal-pasal di RUU Ketenagakerjaan yang tidak memihak buruh., menolak pasal-pasal di RUU Pertanahan yang mengkhianati semangat reforma agraria, mendesak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan, meminta negara mengadili elite yang merusak lingkungan dan menuntut penangkapan aktivis dihentikan. Aliansi pun menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan elite politik.  Selain kedua kota ini, gelombang protes mahasiswa juga terjadi di berbagai kota lain di Indonesia.(PH)