RI dan WHO Bahas Penanganan Korona
-
Menlu Retno Marsudi (kiri) berjabat tangan dengan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi tiba di Jenewa, Swiss, untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-43 (43rd session of the Human Rights Council: High Level Segment) di Markas PBB.
Menlu Retno direncanakan akan menyampaikan pernyataan nasional pada hari pertama rangkaian Sidang DHAM ke-43. Hadir bersama sekitar 66 Kepala Negara/Pemerintahan dan Menteri dari 192 negara angota PBB, menlu akan membahas perkembangan pemajuan dan perlidungan HAM di dunia.
Pertemuan Dewan HAM ini merupakan pertemuan resmi pertama yang dihadiri Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022.
Menlu RI juga akan mengikuti berbagai kegiatan terkait promosi dan perlindungan hak asasi manusia, di antaranya High Level Event during the 43rd Human Rights Council: Good Human Rights Stories about 'Women Empowerment and Gender Equality'.
“Indonesia akan menyampaikan peranan perempuan Indonesia terhadap kemajuan bangsa Indonesia serta berbagai kemajuan yang telah dicapai perempuan Indonesia,” pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Medcom.id, Senin, 24 Februari 2020.
Dalam kesempatan ini, Menlu RI akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan berbagai negara dan organisasi internasional. Pertemuan bilateral tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan bilateral, baik perdagangan, ekonomi, dan investasi, serta isu-isu terkini di kawasan dan global
"Secara khusus, Menlu Retno akan bertemu Dirjen WHO guna membahas perkembangan COVID-19 serta koordinasi kerja sama Indonesia dengan WHO dalam rangka penanggulangan wabah COVID-19 di tingkat global," pungkas pernyataan Kemenlu RI.
Menlu Retno Marsudi dan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus membahas situasi global penyebaran virus korona COVID-19 yang semakin memprihatinkan. Hingga sejauh ini, virus tersebut telah menewaskan lebih dari 2.600 orang di level global.
"Koordinasi dan kolaborasi global dalam menangani penyebaran COVID-19 sangat penting untuk mengontrol dan mengatasi penyebaran virus tersebut," demikian disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam pertemuannya dengan Tedros.
Kolaborasi global dalam menangani COVID-19 bukan saja terkait penanganan penyebaran virus dalam jangka pendek, namun juga untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus sejenis dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Menlu Retno menyampaikan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia. "Hingga saat ini menurut data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, belum ada kasus individu yang positif terjangkit virus ini di Indonesia," ucap Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Medcom.id, Senin 24 Februari 2020.
Selain itu, Menlu Retno juga menjelaskan upaya Pemerintah RI dalam mengevakuasi WNI yang berada di wilayah yang terjangkit COVID-19 di beberapa negara.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan dukungan terhadap strategi respons darurat yang dilakukan WHO selama ini, dan berharap WHO dapat berbagi keahlian (best practices) dalam penanggulangan COVID-19 sebagaimana dilakukan di negara lain.
Menlu Retno juga menyampaikan hasil pertemuan ASEAN-China Special Meeting on Corona virus di Vientiane, Laos, 20 Februari lalu. "Pertukaran informasi sebagai salah satu bentuk koordinasi penanganan COVID 19 sangat esensial untuk mencegah merebaknya virus Corona," sebut Menlu Retno.
Dirjen WHO berpesan agar Indonesia terus siaga terhadap penyebaran COVID-19, walaupun hingga saat ini belum terdeteksi WNI yang terjangkit COVID 19 di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen WHO mengapresiasi peran Indonesia sebagai Ketua Forum Foreign Policy for Global Health (FPGH), yang mengusung tema "Affordable Healthcare for All" (Pelayanan Kesehatan Yang terjangkau Untuk Semua Orang). Tema ini mendukung tercapainya Universal Health Coverage yang merupakan salah satu prioritas Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2030).
Menlu RI menyampaikan undangan kepada Dirjen WHO untuk hadir dalam FPGH Ministerial Retreat yang digelar pada 9-10 Juli 2020 di Bali, sebagai salah satu inisiatif Indonesia sebagai Ketua FPGH 2020. Dirjen WHO menyambut baik dan dan siap membantu keketuaan Indonesia. (RM)