Pesan Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Hidup dalam Tatanan Kehidupan Baru
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i81353-pesan_jokowi_masyarakat_indonesia_akan_hidup_dalam_tatanan_kehidupan_baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan terbaru terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin masyarakat tetap produktif dan aman di tengah pandemi Corona.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 16, 2020 06:20 Asia/Jakarta
  • Pesan Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Hidup dalam Tatanan Kehidupan Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan terbaru terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin masyarakat tetap produktif dan aman di tengah pandemi Corona.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dan disiarkan oleh YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/5/2020).

Meski demikian, Pemerintah terus memantau data dan fakta perkembangan COVID-19 di Indonesia untuk menentukan periode terbaik bagi masyarakat agar bisa kembali beraktivitas secara produktif, namun tetap aman dari paparan COVID-19.

Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Masyarakat Tetap Produktif dan Aman

Jokowi mengungkapkan belum akan melonggarkan PSBB. Jokowi tak ingin mengambil keputusan keliru soal PSBB.

"Belum, ya. Tetapi kita ingin terus akan melihat angka-angka. Akan melihat fakta-fakta di lapangan. Intinya, kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan, jangan sampai keliru memutuskan," kata Jokowi. Demikian hasil pantuan Parstodayid dari Detik, Sabtu (16/05/2020).

Ke depannya, kata Presiden, masyarakat di Indonesia akan mampu beraktivitas normal kembali, namun harus menyesuaikan, dan hidup berdampingan dengan COVID-19. Istilah hidup berdampingan dengan COVID-19 ini bukanlah berarti menyerah.

Dia mengajak masyarakat melawan COVID-19 dengan mengedepankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat beraktivitas kembali secara aman, nyaman dan produktif. Hal itulah yang disebut kondisi tatanan kehidupan baru atau “new normal”.

"Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru," kata Presiden.

Namun Jokowi menaruh perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Jokowi ingin masyarakat tetap produktif dan aman dari virus Corona.

"Tetapi, kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK, kondisi masyarakat yang tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat. Kita ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari COVID," ujar Jokowi.

Berdamai dengan Corona, Bukan Menyerah

Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia harus hidup berdampingan dengan virus COVID-19. Sebab, kata Jokowi, menurut informasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO), virus Corona tidak akan hilang.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menyatakan bahwa ada potensi virus yang menyerang saluran pernapasan ini tidak akan segera menghilang, dan tetap ada di tengah masyarakat.

"Artinya kita harus berdampingan hidup dengan COVID-19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan COVID-19. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman," ujar Jokowi pula.

Namun, Jokowi menegaskan, hidup berdampingan bukan berarti menyerah pada keadaan. Dia menjelaskan, yang dimaksud hidup berdampingan adalah menyesuaikan diri dengan keberadaan virus Corona.

Presiden meyakini jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak aman, mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun saat beraktivitas, maka akan mampu mencegah penularan dari Virus Corona.

Kepala Negara menekankan Pemerintah terus memantau waktu terbaik bagi dimulainya periode tahapan masyarakat kembali produktif, dan tetap aman dari COVID-19.

JIka nanti tahapan masyarakat produktif, aman, dari COVID-19 dapat diterapkan, Presiden mengatakan berbagai sektor usaha seperti restoran dapat beroperasi kembali.

"Tentu dengan cara-cara yang aman dari COVID-19 agar tidak menimbulkan risiko meledaknya wabah. Saya ambil contoh misalnya rumah makan isinya hanya 50 persen, jarak antara kursi dan meja diperlonggar," ujarnya lagi.