Iran: Sanksi Medis dan Farmasi, Kejahatan Perang !
-
Majid Takht-Ravanchi
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-Ravanchi menyerukan pencabutan segera sanksi, dan menilai sanksi mencegah akses terhadap produk medis, teknologi dan kerja sama dengan lembaga keuangan internasional.
Majid Takht-Ravanchi dalam pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB tentang HIV (AIDS) hari Kamis (8/7/2021) mengatakan, "Meskipun kemajuan yang signifikan di bidang ini telah dicapai, tapi Republik Islam Iran terus menderita menghadapi sanksi sepihak AS yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional.".
"Sanksi ilegal telah mengurangi sumber daya publik dan swasta yang dialokasikan untuk pencegahan dan pengobatan HIV, dan berdampak negatif pada sistem kesehatan dan akses terhadap produk medis serta teknologi dan partisipasi global, termasuk dengan lembaga keuangan internasional," ujar Wakil tetap Iran untuk PBB.
"Sanksi juga membahayakan kesehatan wanita, anak-anak, remaja, orang tua dan penyandang disabilitas, terutama dalam konteks epidemi virus Corona yang telah meningkatkan efek negatif dari tindakan tersebut pada kesehatan masyarakat Iran," tegasnya.
"Tanggung jawab moral kita semua [publik internasional] menentang sanksi tersebut dan menyerukan pencabutan segera," pungkasnya.(PH)