Saat Iran Khawatir Meluasnya Kekerasan di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i104174-saat_iran_khawatir_meluasnya_kekerasan_di_afghanistan
"Afghanistan hari ini sudah lelah setelah bertahun-tahun dijajah, bertahun-tahun perang, dan kekerasan, oleh karena itu seluruh kelompok harus berhenti menggunakan kekerasan, dan berhenti saling bunuh."
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
Sep 04, 2021 12:28 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemenlu AS, Saeed Khatibzadeh
    Jubir Kemenlu AS, Saeed Khatibzadeh

"Afghanistan hari ini sudah lelah setelah bertahun-tahun dijajah, bertahun-tahun perang, dan kekerasan, oleh karena itu seluruh kelompok harus berhenti menggunakan kekerasan, dan berhenti saling bunuh."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Jumat (3/9/2021) di statemennya seraya mengisyaratkan perkembangan di Afghanistan dan bentrokan di Panjshir, mengingatkan, Republik Islam Iran menjalin kontak langsung dengan seluruh pihak di Afghanistan, dan mengerahkan seluruh upayanya untuk mengurangi penderitaan rakyat negara itu.

Jubir Kemenlu Iran seraya mengecam segala bentuk intervensi asing mengingatkan, rakyat Afghanistan layak memiliki sebuah pemerintahan rakyat yang inklusif, dan mengakomodir seluruh lapisan masyarakat, dan suku negara ini.

Di kondisi sensitif dan rapuh Afghanistan, berlanjutnya friksi internal dan perang akan menimbulkan dampak negatif dan tidak dapat dikompensasi bagi negara ini.

Tentara Amerika

Republik Islam Iran berulang kali menyatakan tidak segan-segan berusaha untuk mewujudkan stabilitas dan keamanan di Afghanistan dan berharap negara-negara tetangga dan kawasan juga memperkuat kerja samanya untuk menerapkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pekan lalu di bagian pidatonya saat bertemu dengan presiden dan jajaran pemerintah baru menyebut Afghanistan negara sahabat, satu bahasa, satu agama dan budaya. Rahbar seraya mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas kesulitan rakyat mengatakan, "Amerika Serikat satu langkah pun tidak melakukan upaya untuk memajukan Afghanistan, dan negara ini kini jika tidak maju dari sisi budaya dan pembangunan atau semisalnya sejak 20 tahun, tidak mundur atau maju."

Lebih lanjut Rahbar mengatakan, Republik Islam Iran di setiap kondisi senantiasa mendukung bangsa tertindas dan Muslim Afghanistan, serta hubungan kami dengan berbagai pemerintah tergantung dengan hubungan serta perilaku mereka dengan Iran.

Tehran dari sisi ini, mengerahkan segenap upayanya untuk menyelesaikan krisis Afghanistan melalui partisipasi berbagai etnis negara ini dan menerapkan stabilitas di Afghanistan serta tidak merusak keamanan tetangga. Khususnya peristiwa sebelumnya menunjukkan eskalasi kekerasan dan gelombang baru pengungsi serta pencari suaka di Afghanistan.

Abdul Bari Atwan, pengamat politik kawasan seraya menjelaskan fakta ini bahwa janji Amerika untuk menciptakan stabilitas, kesejahteraan dan demokrasi di Afghanistan seperti di Irak, hanya janji palsu. Ia mengisyaratkan potensi perang saudara dan sektarian di Afghanistan dan meyakini bahwa proses ini dapat berujung pada disintegrasi Afghanistan berdasarkan prinsip etnis dan kabilah serta mengubahnya menjadi negara yang gagal dan kacau.

Faktanya adalah Afghanistan korban intervensi dan pendudukan Amerika dan apa yang tinggal dari pendudukan 20 tahun AS di negara ini adalah perang serta instabilitas. Ketika Amerika Serikat menyerang Afghanistan dan mendudukinya, Washington berjanji membentuk Afghanistan yang stabil, makmur dan demokratik, tapi setelah dua dekade bercokol di negara ini serta partisipasi di perang terpanjang di sejarahnya, Amerika gagal di misinya yang diumumkan dan terpaksa meninggalkan Afghanistan dengan hina.

Bagaimana pun juga, kini sangat urgen bagi negara yang paling tidak memiliki perbatasan bersama dengan Afghanistan untuk khawatir atas nasib negara yang dikuasai Taliban ini. Oleh karena itu, mereka berusaha supaya kondisi di Afghanistan secepatnya stabil, karena instabilitas dapat mempengaruhi nasib negara-negara kawasan baik langsung atau tidak.

Mengingat skenario dan kemungkinan di Afghanistan, Iran menyatakan kesiapannya untuk membantu menerapkan perdamaian dan keamanan di Afghanistan serta bekerja sama dengan seluruh pemerintah yang merasa bertanggung jawab untuk menerapkan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Republik Islam Iran di sisi lain tetap meyakini bahwa nasib Afghanistan harus ditentukan oleh bangsa Afghanistan sendiri. (MF)