Mengenang Dua Tahun Kepergian Sang Jenderal Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i112456-mengenang_dua_tahun_kepergian_sang_jenderal_perlawanan
Tanggal 3 Januari bertepatan dengan peringatan dua tahun gugurnya Letjen Syahid Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC.
(last modified 2026-03-05T07:47:08+00:00 )
Jan 03, 2022 19:31 Asia/Jakarta
  • peringatan gugurnya Syahid Soleimani di Tehran
    peringatan gugurnya Syahid Soleimani di Tehran

Tanggal 3 Januari bertepatan dengan peringatan dua tahun gugurnya Letjen Syahid Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC.

Acara mengenang kesyahidan Jenderal Qassem Soleimani hari ini, Senin, 3 Januari 2022 digelar di seluruh penjuru Iran, dengan suasana yang khidmat dan khusus.

Pada 3 Januari 2020 dinihari dalam serangan drone Amerika Serikat, Jenderal Syahid Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC dan Syahid Abu Mahdi Al Muhandis, Wakil Komandan Hashd Al Shaabi bersama rekan-rekan mereka, gugur syahid.

Serangan militer AS itu dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Membalas aksi teror Gedung Putih ini, pada 8 Januari 2020, IRGC menembakan sejumlah rudal balistik ke pangkalan militer AS di Irak, Ain Al Assad di Provinsi Al Anbar.

Hujan rudal pasukan IRGC memaksa Departemen Pertahanan AS, Pentagon secara bertahap memberikan keterangan dan mengakui bahwa sekitar 110 tentaranya yang ada di pangkalan militer Ain Al Assad mengalami gegar otak, dan harus dirawat di rumah sakit.

Sekarang dua tahun setelah teror terhadap Syahid Qassem Soleimani yang tengah menjalankan misi diplomatik di Irak, sudah berlalu.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei hari Sabtu (1/1/2022) saat bertemu dengan keluarga Syahid Soleimani dan panitia penyelenggara haul Komandan Pasukan Quds itu mengatakan, "Hari ini Soleimani di kawasan kita telah menjadi simbol harapan, kepercayaan diri, kedewasaan, rahasia perlawanan serta kemenangan, dan benar, sebagaimana disampaikan sejumlah orang, Soleimani sebagai syahid, bagi musuh lebih berbahaya daripada Soleimani sebagai jenderal."

Ayatullah Khamenei menyebut Syahid Soleimani sebagai sebuah realitas yang akan tetap hidup hingga akhir masa. Menurutnya, para pembunuh Syahid Soleimani seperti Donald Trump, dan semacamnya, akan dilupakan sejarah serta terkubur dalam tong sampah sejarah, tentunya setelah mendapat pembalasan atas kejahatannya di dunia.

pemakaman Syahid Soleimani

 

Jenderal Soleimani adalah sosok yang diakui oleh semua orang memiliki peran khusus, sentral dan strategis dalam pembentukan kelompok-kelompok perlawanan, serta penyatuan mereka di seluruh kawasan.

Gugurnya Jenderal Soleimani, Komandan Besar Kubu Perlawanan ini, bukan saja tidak menyebabkan perlawanan anti-imperialisme dan anti-Zionisme melemah, bahkan menyebabkan perlawanan sekarang semakin determinan dalam menghadapi agresi AS dan Israel.

Sebagaimana disampaikan Rahbar, secara umum gerakan perlawanan dan anti-imperialis di kawasan, hari ini sedang bergerak dengan lebih marak, lebih meriah dan lebih prospektif, dibanding dua tahun lalu.

Kenyataan yang tidak bisa dibantah adalah peran aktif Syahid Soleimani di medan pertempuran dalam melawan musuh telah mengubah perimbangan kekuatan di kawasan.

Alexander Knyazev, pengamat politik Rusia dalam analisanya yang mengkaji berbagai sisi teror Jenderal Soleimani oleh militer AS mengatakan, "Ada keyakinan bahwa sejarah akan menilai semua orang dan semua hal, tapi Jenderal Qassem Soleimani pada kenyataannya telah berubah menjadi tokoh sejarah di masa hidupnya."

Acara pemakaman Syahid Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al Muhandis bersama empat syhuada Iran lain, yang dihadiri jutaan manusia, meski getir dan merupakan akhir dari sebuah kehidupan yang penuh kebanggaan, namun membawa pesan bagi semua penduduk bumi.

Bangsa Iran dalam acara pemakaman Jenderal Soleimani menunjukkan persatuan mereka dalam menghadapi musuh, dan membuktikan bahwa Revolusi Islam Iran masih hidup, dan tetap kokoh, dan sedang bergerak menuju masa depan yang cerah.

Mengenang Jenderal Syahid Soleimani sebagai seorang pahlawan, pada hakikatnya menunjukkan kepada seluruh penuntut kebebasan di dunia bahwa jalan jihad, perlawanan, pengorbanan dan altruisme akan terus hidup dalam sejarah umat manusia. (HS)