Menlu Iran Ingatkan UEA tentang Bahaya Rezim Zionis
-
Foto Hossein Amir-Abdollahian (kiri) dan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan (kanan).
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan kehadiran rezim Israel di wilayah Asia Barat merupakan ancaman bagi semua negara dan kawasan.
Hal itu disampaikan Amir-Abdollahian dalam pembicaraan telepon dengan mitranya dari Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Rabu (2/2/2022) malam.
Presiden rezim Zionis, Isaac Herzog melakukan kunjungan resmi ke UEA pada 30 Januari lalu atas undangan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed. Kunjungan itu dilakukan di tengah meningkatnya konflik antara UEA dan Yaman.
Amir-Abdollahian memuji hubungan bilateral antara Iran dan UEA, dengan mengatakan bahwa pertemuan dan konsultasi yang baik telah terjalin di antara pejabat kedua negara.
Mengacu pada krisis Yaman, dia menandaskan, "Kami percaya bahwa kelanjutan perang, konflik, dan pertikaian tidak akan menguntungkan pihak manapun atau kawasan."
"Kita harus berusaha untuk mencegah munculnya faktor-faktor pemicu krisis di kawasan," imbuhnya seperti dilaporkan Farsnews.
Pada kesempatan itu, Sheikh Zayed Al Nahyan menuturkan pemerintah UEA tertarik untuk mengembangkan hubungan dengan Iran dan memandang perlu untuk melanjutkan pembicaraan bilateral di berbagai bidang.
Berbicara tentang krisis politik di Yaman, ia menekankan bahwa kami berusaha mendorong semua pihak Yaman untuk mencapai solusi politik di bawah dukungan PBB.
Republik Islam Iran tidak hanya mengecam tindakan beberapa negara yang memilih jalur normalisasi, tetapi juga menyarankan mereka untuk mendengarkan panggilan jiwa bangsa-bangsanya dan mengakhiri perpecahan di dunia Islam dan Arab. (RM)