Legislator Iran Sebut Pengecualian Sanksi sebagai Permainan Baru AS
-
Ebrahim Azizi.
Wakil ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan, tim perunding nuklir secara eksplisit menuntut pencabutan total sanksi nuklir terhadap Iran.
Ebrahim Azizi menuturkan dalam wawancara dengan IRNA, Senin (7/2/2022) bahwa pengecualian sanksi merupakan permainan baru Amerika Serikat terhadap Iran.
"Republik Islam percaya bahwa negosiasi harus didasarkan pada niat baik para pihak yang bernegosiasi. Sampai hari ini, kami belum melihat niat baik dari pihak Eropa dan AS," tegasnya.
Dia menekankan bahwa pencabutan semua sanksi nuklir adalah syarat Iran untuk melanjutkan pembicaraan Wina.
"Tim negosiator nuklir secara eksplisit menyatakan bahwa mereka ingin pencabutan semua sanksi nuklir terhadap bangsa Iran. Pengecualian sanksi tidak sejalan dengan tuntutan Iran tentang pencabutan penuh sanksi," tandas Azizi.
Legislator Iran ini menuturkan, permainan baru AS untuk menangguhkan beberapa sanksi teknis membuktikan bahwa Eropa dan AS tidak serius dalam negosiasi dan mereka berada dalam ketidakpastian.
"Pihak Barat harus menetapkan kerangka kerja yang jelas untuk negosiasi," imbuhnya.
Azizi mengatakan Republik Islam telah memperjelas bahwa pihaknya menuntut pencabutan sanksi dan verifikasi untuk mencegah AS melanggar komitmennya di masa depan.
"Pemerintah AS harus memperjelas sikapnya dan mereka perlu tahu bahwa Iran tidak aka mundur dari tuntutannya. Pengembangan nuklir adalah salah satu tuntutan penting Iran," pungkasnya. (RM)