Raisi: Kita Memasuki Abad Islam dan Peran Aktif Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i117544-raisi_kita_memasuki_abad_islam_dan_peran_aktif_iran
Presiden Republik Islam Iran menyebut abad ke-15 Hijriah Syamsiyah sebagai abad Islam Iran dan era peran aktif rakyat Iran.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 21, 2022 09:23 Asia/Jakarta
  • Raisi: Kita Memasuki Abad Islam dan Peran Aktif Iran

Presiden Republik Islam Iran menyebut abad ke-15 Hijriah Syamsiyah sebagai abad Islam Iran dan era peran aktif rakyat Iran.

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi hari Minggu (20/3/2022) mengucapkan tahun baru 1401 Hs, dan menyebut abad ke-15 Hijriah Syamsiyah sebagai abad Islam Iran. Raisi mengatakan, "Dalam delapan tahun perang yang dipaksakan, Timur dan Barat berada dalam satu front menentang independensi Iran, tetapi hari ini mereka bersaing untuk berinteraksi dengan Iran. Inilah capaian bangsa Iran,".

"Bersamaan dengan negosiasi, kami mengerahkan segenap kekuatan terbaik untuk menetralisir sanksi yang menindas. Seiring negosiasi serta penggunaan sarana politik dan hukum untuk melawan kejahatan sanksi, kami juga fokus pada upaya meredam dampaknya," ujar Raisi.

Mengenai upaya pemerintah Iran untuk meningkatkan perdagangan dengan negara tetangga demi kepentingan nasional, Raisi menjelaskan, "Tanda-tanda pertumbuhan ekonomi dan stabilitas serta peningkatan signifikan dalam nilai perdagangan luar negeri Iran dan ekspor non-minyak mulai muncul selama periode ini".

Presiden Iran juga menekankan upaya pemerintah telah memulihkan keseimbangan kebijakan luar negeri melalui diplomasi aktif.

"Kami telah menunjukkan bahwa kekuatan di lapangan mendukung kekuatan diplomasi. Diplomasi dapat melayani kesehatan. Kami telah menggunakan hubungan luar negeri untuk melayani ekonomi masyarakat, dan itulah arti dari pemerintahan yang dinamis dan berorientasi keadilan," papar Raisi.

Presiden Republik Islam Iran menyampaikan harapan bahwa tahun baru akan menjadi akhir dari penyebaran Covid-19 di tingkat global, serta akhir dari perang dan pengungsian di semua negara di dunia.(PH)