Iran Sambut Inisiatif PBB Menciptakan Gencatan Senjata di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i118124-iran_sambut_inisiatif_pbb_menciptakan_gencatan_senjata_di_yaman
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyambut baik inisiatif Utusan Khusus PBB untuk Yaman bagi penangguhan operasi militer di Yaman selama dua bulan dan mengizinkan masuknya kapal yang membawa makanan dan bahan bakar, serta pembukaan kembali sebagian Bandara Sanaa.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Apr 02, 2022 08:18 Asia/Jakarta
  • Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyambut baik inisiatif Utusan Khusus PBB untuk Yaman bagi penangguhan operasi militer di Yaman selama dua bulan dan mengizinkan masuknya kapal yang membawa makanan dan bahan bakar, serta pembukaan kembali sebagian Bandara Sanaa.

Hans Grundberg, Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman, mengumumkan Jumat (01/04/2022) malam bahwa Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman dan koalisi agresor Saudi telah mengusulkan gencatan senjata dua bulan, yang akan berlaku pada pukul 7 malam pada hari Sabtu, 2 April.

Hans Grundberg, Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman

Menurut laporan IRNA, Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengirim pesan harapan pada Sabtu (02/4) pagi, Tindakan ini dapat menjadi awal dari pencabutan lengkap pengepungan dan pembentukan gencatan senjata permanen untuk menemukan solusi politik untuk krisis Yaman.

Menekankan pandangan Iran dalam mendukung solusi politik dan kemanusiaan di Yaman, Khatibzadeh mengatakan, "Kami berharap bahwa pada malam bulan suci Ramadhan, dengan memprioritaskan masalah kemanusiaan dan melanjutkan gencatan senjata, kami akan melihat peningkatan kondisi kemanusiaan dan pertukaran penuh tahanan di antara pihak-pihak yang berkonflik di negara ini."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan harapan bahwa langkah itu dapat membuka jalan bagi inisiatif politik demi menyelesaikan krisis.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, telah melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan melakukan pengepungan darat, laut dan udara.

Perang yang digelar Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan dan melukai ratusan ribu warga Yaman dan membuat 4 juta orang mengungsi.

Agresi militer Saudi juga telah menghancurkan lebih dari 85% infrastruktur Yaman, membuat negara itu kekurangan makanan dan obat-obatan.

Menurut PBB, Yaman sedang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Delapan puluh persen dari 29 juta orang Yaman sekarang membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup.(sl)