Kamalvandi: Program Nuklir Damai Iran Paling Transparan !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i128854-kamalvandi_program_nuklir_damai_iran_paling_transparan_!
Juru Bicara Badan Energi Atom Iran (AEOI) menanggapi laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menekankan bahwa pembentukan kembali sistem verifikasi sebelumnya mengharuskan para pihak dalam JCPOA memenuhi kewajiban mereka, dan sejauh ini nuklir damai Iran menjadi program yang paling transparan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 08, 2022 09:48 Asia/Jakarta
  • Kamalvandi: Program Nuklir Damai Iran Paling Transparan !

Juru Bicara Badan Energi Atom Iran (AEOI) menanggapi laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menekankan bahwa pembentukan kembali sistem verifikasi sebelumnya mengharuskan para pihak dalam JCPOA memenuhi kewajiban mereka, dan sejauh ini nuklir damai Iran menjadi program yang paling transparan.

Badan Energi Atom Internasional baru-baru ini menerbitkan dua laporan untuk anggota Dewan Gubernur yang mengulangi klaimnya bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran saat ini 19 kali lipat dari  batas yang ditetapkan JCPOA.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional dalam laporan terbarunya mengklaim bahwa cadangan uranium Iran telah mencapai 3.940 kilogram.

Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran hari Kamis (8/9/2022) menyinggung laporan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, dengan mengatakan,"Isi laporan triwulanan Direktur Jenderal IAEA merupakan pengulangan dari kasus-kasus sebelumnya yang tidak berdasar dengan tujuan politik dan tidak ada gunanya. Tidak ada yang baru kecuali bermain dengan frase untuk tujuan tertentu,".

"Sebagaimana dalam laporan sebelumnya, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk IAEA akan memberikan jawaban yang sah dan beralasan atas laporan terbaru Direktur Jenderal dalam pertemuan Dewan Gubernur pekan depan," ujar Kamalvandi.

"Beberapa media internasional melakukan distorsi, penafsiran, dan pemilahan berita sesuai keinginan mereka, sehingga frasa yang sengaja dibuat oleh Dirjen IAEA menjadi kabur dan penuh dengan detail yang tidak perlu. Sebagaimana diakukan sebelumnya di masa lalu, mereka menggunakan ambiguitas ini untuk melancarkan agitasi media demi membenamkan bahwa program nuklir Iran tidak bertujuan damai," tegasnya.

Jubir Badan Energi Atom Iran menjelaskan bahwa pembentukan kembali sistem verifikasi sebelumnya mengharuskan para pihak JCPOA untuk mematuhi kewajiban mereka.

"Mereka tidak boleh mengharapkan Iran mematuhi kesepakatan. selama mereka juga tidak mematuhi kewajibannya dan terus melanjutkan sanksi menindas terhadap bangsa Iran," pungkasnya.(PH)