Raisi: Iran Jalankan Prinsip Transparansi Informasi
Presiden Republik Islam Iran menegaskan bahwa dalam pemerintahan Republik Islam, masyarakat harus berada dalam peredaran arus informasi yang transparan.
Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam acara konferensi promosi transparansi nasional pertama hari Minggu (11/12/2022) mengatakan, "Transparansi bukanlah prinsip yang diimpor dari luar ke dalam budaya dan peraturan perundang-undangan Iran, tetapi berakar pada budaya Islam,".
"Dalam konstitusi dan undang-undang terkait, ditetapkan bahwa orang harus diberi tahu tentang kontrak dan perjanjian untuk kegiatan ekonomi dan sosial, kecuali bagi kasus-kasus tertentu, misalnya sebagaimana penjelasan Amirul Muminin Ali, ada kemungkinan musuh akan menyalahgunakannya," ujar Presiden Iran.
Ia juga menekankan penghormatan para ruang individu di Republik Islam, dengan mengatakan, "Konstitusi menghormati privasi individu. Tetapi selain itu, apa yang terjadi di ruang publik masyarakat, termasuk keputusan benar-benar transparan untuk negara dan rakyat, termasuk di parlemen,".
"Transparansi dapat membuat persaingan menjadi nyata, sehingga setiap orang dapat menampilkan kapasitasnya untuk pekerjaan yang lebih baik dan unggul, serta menciptakan kemungkinan partisipasi yang setara untuk semua orang," tegasnya.(PH)