Iran Tanggapi Keputusan Eropa Tutup Layanan INSTEX
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi keputusan terbaru Eropa penutup layanan INSTEX dengan menilai alasan utama kegagalannya, karena kurangnya kemauan serius dan ketidakmampuan Eropa untuk memenuhi kewajiban mereka dalam mengimbangi sanksi AS terhadap Iran.
Negara-negara Eropa telah berjanji untuk memenuhi kepentingan ekonomi Iran dengan mengusulkan strategi penting dalam bentuk penerapan mekanisme sistem perlindungan perdagangan INSTEX, tetapi kenyataannya sistem tersbeut tidak berfungsi menghadapi tekanan sanksi AS.
Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keputusan Eropa menutup layanan sistem INSTEX hari Jumat (10/3/2023) dengan mengatakan, "Setelah penarikan unilateral dan ilegal AS dari JCPOA, negara-negara Eropa telah berjanji untuk memenuhi kepentingan ekonomi Iran dengan mengadopsi strategi penting, tetapi negara-negara ini tidak memiliki sumber daya keuangan atau jalur kredit jangka panjang yang disuntikan dalam sistem [INSTEX] ini,".
"Meskipun Republik Islam Iran tidak pernah mengandalkan mekanisme ini, tapi tidak ragu untuk menjalin kerja sama dalam mengoperasikan saluran [INSTEX] ini. Masalahnya, negara-negara Eropa gagal menjalankan INSTEX secara efektif, dan tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengaktifkannya sebagai bagian dari kewajiban mereka," ujar Jubir Kemenlu Iran.
"Republik Islam Iran tidak pernah bergantung pada INSTEX dan telah melakukan perdagangan internasionalnya melalui saluran keuangan dan perbankan internasional lain," tegasnya.
Kanani menekankan bahwa pihak yang berupaya menampilkan Iran sebagai kubu yang bersalah dalam penutupan layanan INSTEX, tidak lain dari upaya Eropa menutupi kegagalannya dalam kemandirian finansial dari Amerika Serikat.(PH)