Kekalahan Rezim Zionis di Gaza dalam Perspektif Rahbar​
https://parstoday.ir/id/news/iran-i157688-kekalahan_rezim_zionis_di_gaza_dalam_perspektif_rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan para atlet Iran kemarin menyatakan bahwa rezim Zionis, dengan segala kejahatannya, tidak dapat menebus kegagalan besarnya dan tidak akan mampu melakukannya di masa depan. ​
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 23, 2023 08:31 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan para atlet Iran kemarin menyatakan bahwa rezim Zionis, dengan segala kejahatannya, tidak dapat menebus kegagalan besarnya dan tidak akan mampu melakukannya di masa depan. ​

Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam sebagian pidatonya hari Rabu (22/11/2023) menanggapi kejadian terkini di Gaza dalam bentuk interpretasi olahraga dengan mengatakan, "Rezim Zionis mengalami pukulan telak dalam peristiwa Badai Al-Aqsa menghadapi Hamas, yang bukan pemerintah dan negara yang memiliki banyak fasilitas, tetapi sebuah kelompok pejuang, mampu menyerang rezim agresor Zionis dengan segala fasilitas yang dimilikinya,".

"Kerugian besar yang dialami rezim Zionis tidak akan bisa ditebus oleh kejahatan-kejahatannya. Mereka harus tahu bahwa kekejaman ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan pemboman akan memperpendek umur rezim agresor [Zionis]," tegas Rahbar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam sebelumnya menyebut kekalahan rezim Zionis di Gaza sebagai fakta yang tidak bisa dibantah lagi, dan menegaskan bahwa rezim Zionis sejauh ini belum mampu memenangkan perang di Gaza dan tidak akan mampu lagi di masa depan.

Kini menjadi jelas bahwa perlawanan rakyat Palestina telah membuahkan hasil setelah 47 hari, dan rezim Zionis sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata di Gaza dan menerima persyaratan Hamas.

 

 

Gencatan senjata sementara ini terjadi ketika Perdana Menteri Rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, menolak menerima kesepakatan apapun, dan militer Israel mengklaim mampu merebut Jalur Gaza dalam waktu singkat. Rezim Zionis  juga mengklaim bahwa mereka akan bisa menghancurkan Hamas dan Jihad Islam dalam waktu 10 hari. Tapi faktanya jauh panggang dari api.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, bentrokan kedua belah pihak, aktivitas militer tentara Zionis di seluruh wilayah Gaza, serta pergerakan kendaraan lapis baja Israel di wilayah tersebut akan dihentikan. Selain itu, 50 tawanan Zionis akan dibebaskan, sedangkan 150 wanita dan anak-anak Palestina di bawah usia 19 tahun akan dibebaskan.

Ketentuan perjanjian ini menunjukkan bahwa rezim Zionis tidak mencapai apa pun dalam gencatan senjata ini, karena tanpa pembebasan seluruh tahanan Zionis, maka mereka terpaksa menerima syarat dari front perlawanan dan menghentikan serangan militernya.

Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa rezim Zionis telah menderita kerugian militer, politik dan ekonomi yang besar hingga tahap perang ini. Di bidang domestik, Netanyahu menjadi orang pertama yang dituduh gagal dalam menghadapi operasi Badai al-Aqsa, dan dia tidak mampu merebut Gaza, apalagi menghancurkan Hamas.

 

 

Meningkatnya korban jiwa Zionis juga membuat mereka sulit melanjutkan perang di Gaza. Hanya dalam 48 jam terakhir pertempuran, 30 tentara, perwira dan komandan Zionis, termasuk Tamir Yedai, komandan Brigade 298 rezim Zionis, terbunuh.​

Selain itu, tekanan opini publik dunia untuk menghentikan kejahatan Zionis dan juga mendukung Palestina semakin meningkat. Bahkan di negara-negara sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, dukungan rakyat terhadap perlawanan Palestina semakin meningkat setiap harinya.

 

 

Di sisi lain, situasi perekonomian rezim Zionis juga berada dalam kondisi terburuk dalam sejarahnya. Industri pariwisata Israel hancur total dan migrasi balik Zionis juga telah menutup banyak bisnis.​ Oleh karena itu, rezim Zionis tidak hanya gagal mencapai tujuannya dalam perang Gaza dan menderita kerugian besar di semua bidang politik, militer dan ekonomi, namun kini dengan menerima persyaratan dari kubu perlawanan Palestina, mereka kembali mengakui kegagalan dalam perang ini.

Masalah ini menjadi sorotan Rahbar dalam pertemuannya dengan para atlet Iran kemarin. Ayatullah Khamenei memberikan perumpamaan kekalahan fatal rezim Zionis di Gaza dengan tamsil olahraga, dengan mengatakan, "Mereka [tentara Zionis] menunjukkan kekuatannya di rumah sakit dan sekolah di Gaza untuk menebus kekalahannya dalam perang. Hal ini mirip dengan aksi seorang atlet yang kalah di arena tanding, lalu ia membalasnya dengan menyerang pendukung tim lawan, dengan menghina dan memukuli mereka,".(PH)