Khatib Shalat Jumat Tehran Kecam Genosida di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i16090-khatib_shalat_jumat_tehran_kecam_genosida_di_yaman
Khatib Shalat Jumat Tehran mengecam kejahatan terbaru rezim Al Saud di Yaman dan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 29, 2016 14:05 Asia/Jakarta

Khatib Shalat Jumat Tehran mengecam kejahatan terbaru rezim Al Saud di Yaman dan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip Islam.

Hujjatul Islam Kazem Seddiqi dalam khutbah kedua di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (29/7/2016) mengecam keras pembunuhan massal yang dilakukan oleh pasukan bayaran Arab Saudi di distrik al-Sarari, Yaman selatan.

 

Ia menilai penghancuran Masjid Sheikh Jamal al-Din di distrik al-Sarari, pembunuhan massal dan mutilasi terhadap puluhan warga tak berdosa serta penculikan terhadap puluhan orang di distrik tersebut sebagai kejahatan yang mengerikan.

 

"Kejahatan ini sama sekali tidak sejalan dengan Islam dan bahkan merupakan tindakan anti-kemanusiaan yang tidak ada seorang pun dari pendukung Hak Asasi Manusia yang membenarkannya," ujarnya.

 

Hujjatul Islam Seddiqi menjelaskan, rezim Al Saud mengklaim diri sebagai Muslim dan sebagai Pelayan Dua Tempat Suci (Khadimul Haramain/Mekah-Madinah), namun pada saat yang sama rezim ini melanjutkan kebijakan jahatnya terhadap bangsa-bangsa di kawasan.

 

Khatib Shalat Jumat Tehran juga mengecam keras serangan bom di Kabul, ibukota Afghanistan yang merenggut nyawa sedikitnya 80 orang dan melukai 300 lainnya.

 

"Pemerintah Afghanistan dan lembaga-lembaga internasional harus bertanggung jawab atas kegagalannya dalam menciptakan keamanan dan mempersiapkan ketenteraman bagi rakyat tertindas Afghanistan," tegasnya.

 

Hujjatul Islam Seddiqi menyatakan belasungkawa kepada rakyat Afghanistan. Ia menuturkan, dalang pelaku serangan bom di Kabul harus segera diidentifikasi dan dihukum.

 

Di bagian lain khutbahnya, Hujjatul Islam Seddiqi menyinggung kelanjutan penindasan terhadap warga Bahrain oleh rezim Al Khalifa.

 

Penindasan terhadap warga Baharain, lanjutnya, dilakukan ketika mereka menyampaikan protes kepada pemerintah melalui cara damai, namun sayangnya aparat keamanan rezim Al Khalifa merespon protes damai tersebut dengan penangkapan, pemenjaraan dan penyiksaan.

 

Khatib Shalat Jumat Tehran menilai pencabutan kewarganegaraan Sheikh Isa Qasim, ulama besar Syiah Bahrain, sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional dan Islam.

 

"Langkah rezim Al Khalifa untuk mengadili ulama besar ini hanya akan meningkatkan kemarahan rakyat Bahrain dan tidak akan membawa hasil apapun kecuali mempercepat proses tumbangnya rezim tersebut," pungkasnya.

 

Baru-baru ini, pasukan bayaran Arab Saudi membantai dan membakar lebih dari 50 orang dan menghancurkan lebih dari 50 rumah setelah menjarah isinya di desa al-Sarari di Provinsi Taiz, Yaman selatan.

 

Tentara bayaran rezim Al Saud juga menculik sekitar 125 warga sipil dari desa al-Sarari, al-Hyyar dan Thi al-Brah di distrik Saber al-Mwadem. 45 dari mereka yang diculik adalah anak-anak dan 35 lainnya adalah wanita. Mereka ditangkap saat berada di sekolah Hasban al-A’ala. Sementara 15 orang dilaporkan hilang.

 

Selain itu, mereka membakar Masjid Sheikh Jamal al-Din, menggali makamnya dan membakar jenazahnya serta menghancurkan makam tersebut. (RA)