Mengapa Israel Sebarkan Rumor Iran Meneror Trump?
Presiden Republik Islam Iran dalam wawancara dengan media Amerika menekankan bahwa Iran mendukung perdamaian dan de-eskalasi di kawasan dan dunia.
Parstoday melaporkan, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian dalam wawancara Selasa malam dengan NBC mengutuk agresi dan genosida rezim Zionis terhadap rakyat Palestina yang tidak bersalah di Jalur Gaza, dan menekankan bahwa Republik Islam Iran menginginkan perdamaian dan de-eskalasi di kawasan dan dunia, dan siap untuk melakukan negosiasi yang terhormat dan setara'.
Menanggapi pertanyaan aneh bahwa salah satu kemungkinan ancaman terhadap diplomasi adalah Amerika Serikat yakin Iran berencana membunuh Donald Trump, Pezeshkian mengatakan, "Semua pembunuhan yang kita lihat di kawasan ini, Eropa dan tempat lain, apakah ada jejak keterlibatan orang Iran di dalamnya?" Apakah ada hubungannya? Tidak pernah! Apa yang disebut konspirasi melawan Trump adalah rencana Israel dan negara lain untuk mempromosikan permusuhan terhadap Iran".
Pezeshkian melanjutkan dengan menekankan bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi akan siap mempertahankan diri jika situs nuklirnya diserang.
"Lihat, tentu saja kami akan bereaksi terhadap tindakan apa pun," kata Pezeshkian.
"Kami tidak takut perang, tetapi kami tidak mencarinya," katanya, seraya menambahkan, "Saya sepenuhnya berharap ini tidak terjadi karena akan merugikan semua pihak."
Pezeshkian mengatakan musuh-musuh Iran menuduh Tehran berusaha membuat bom untuk menciptakan semacam alasan, tetapi ia menambahkan, "Itu tidak benar."(PH)