Salehi Amiri: Kerja Sama dengan Tajikistan Menjadi Prioritas Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i181158-salehi_amiri_kerja_sama_dengan_tajikistan_menjadi_prioritas_iran
Pars Today - Menteri Warisan Budaya Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan mitranya dari Tajikistan di Tiongkok, mengumumkan penyusunan peta jalan baru untuk kerja sama ilmiah, warisan budaya, dan pariwisata antara kedua negara, serta menekankan perlunya perencanaan untuk meningkatkan perayaan Nowruz ke tingkat pertemuan puncak para kepala negara.
(last modified 2026-01-04T09:54:16+00:00 )
Nov 27, 2025 14:30 Asia/Jakarta
  • Sayid Reza Salehi Amiri dan Matlubakhon Sattoriyon
    Sayid Reza Salehi Amiri dan Matlubakhon Sattoriyon

Pars Today - Menteri Warisan Budaya Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan mitranya dari Tajikistan di Tiongkok, mengumumkan penyusunan peta jalan baru untuk kerja sama ilmiah, warisan budaya, dan pariwisata antara kedua negara, serta menekankan perlunya perencanaan untuk meningkatkan perayaan Nowruz ke tingkat pertemuan puncak para kepala negara.

Menurut laporan Pars Today, dalam pertemuan bersama antara Sayid Reza Salehi Amiri, Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Industri Kerajinan Iran, dengan Matlubakhon Sattoriyon, Menteri Kebudayaan Tajikistan, yang berlangsung pada Rabu (26/11/2025) sore di sela-sela Sidang Umum Kedua Uni Warisan Budaya Asia di Kota Chongqing, Tiongkok, kedua pihak menekankan penguatan hubungan budaya secara menyeluruh dan pengembangan kerja sama bersama.

Prioritas Kerja Sama dengan Tajikistan

Salehi Amiri menegaskan, “Kerja sama dengan Tajikistan adalah prioritas kami. Kami senang hari ini ada kesempatan untuk membuka babak baru hubungan budaya antara kedua negara.”

Ia juga secara resmi mengundang Menteri Kebudayaan Tajikistan untuk menghadiri perayaan Nowruz di Tehran dan menambahkan, “Kami bertekad untuk meningkatkan kapasitas ini hingga ke tingkat pertemuan puncak para kepala negara di masa mendatang.”

Modal Peradaban Bersama

Menteri Warisan Budaya Iran menyinggung lima warisan takbenda bersama yang telah terdaftar antara kedua negara, dan menyebutnya sebagai “modal peradaban kedua bangsa”.

Ia menekankan bahwa setiap warisan tersebut berfungsi sebagai titik penghubung budaya antara kedua masyarakat dan perlu direncanakan bersama untuk pelestarian dan promosi.

Usulan Operasional untuk Kerja Sama

Salehi Amiri mengajukan sejumlah usulan untuk memperkuat kerja sama bilateral, antara lain:

- Membentuk mekanisme bersama untuk pelestarian warisan budaya

- Mengadakan pertemuan reguler tingkat menteri dan teknis

- Memperkuat kerja sama dalam pengembalian artefak budaya

- Pendaftaran warisan budaya bersama di tingkat dunia

- Melawan perdagangan ilegal benda budaya

Ia juga menyatakan kesiapan Iran untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman restorasi ke Tajikistan, serta menekankan bahwa keberhasilan negara tetangga di utara adalah keberhasilan Iran.

Pengembangan Kerja Sama Ilmiah dan Pariwisata

Salehi Amiri menyoroti kapasitas ilmiah Pusat Penelitian Warisan Budaya Iran yang mencakup lima lembaga penelitian dan 400 peneliti ahli. Ia mengusulkan penyelenggaraan simposium bersama pertama di Tehran dan putaran kedua di Dushanbe.

Dalam bidang pariwisata, ia menegaskan, “Tidak ada batasan untuk memperluas pertukaran pariwisata dengan Tajikistan. Dengan membuka jalur penerbangan langsung ke Kish, kami telah mempermudah perjalanan.”

Respons Positif dari Pihak Tajikistan

Matlubakhon Sattoriyon, Menteri Kebudayaan Tajikistan menyambut baik usulan Iran dan menekankan kedekatan budaya kedua negara, “Iran dan Tajikistan adalah dua bangsa dengan satu budaya. Kita memiliki bahasa, akar, dan pemahaman bersama. Ini adalah modal besar untuk masa depan kerja sama kita.”

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengadakan pertemuan pertama Komisi Bersama Kebudayaan dalam kunjungan resmi perdananya ke Tehran, serta menekankan pentingnya kerja sama lebih lanjut dalam bahasa Persia dan sastra untuk menghadapi ancaman budaya.

Pertemuan ini, yang berlangsung dalam kerangka penguatan kerja sama budaya Iran dengan negara-negara Asia, dianggap sebagai langkah besar dalam memperkokoh ikatan peradaban dan mengembangkan hubungan budaya menyeluruh antara dua negara yang memiliki bahasa dan budaya serumpun.(sl)