Kemajuan Perempuan Iran adalah Fakta yang Tak Terbantahkan
Para pengguna Iran di platform X (sebelumnya Twitter), bertepatan dengan Hari Perempuan dalam kalender Iran, sembari memuliakan kedudukan Sayidah Fatimah az-Zahra, menekankan peran penting perempuan dalam keluarga dan masyarakat, serta menyoroti berbagai kemajuan perempuan Iran di berbagai bidang.
Hari kelahiran putri mulia Nabi Muhammad saw, Sayidah Fatimah az-Zahra (as), yang bertepatan dengan 20 Jumadil Tsani, dalam kalender Iran ditetapkan sebagai Hari Perempuan dan Ibu.
Penetapan ini bertujuan untuk mengagungkan kedudukan perempuan. Terlepas dari narasi-narasi bias dan tidak realistis media Barat, perempuan sepanjang sejarah Iran dan juga dalam syariat Islam senantiasa dimuliakan.
Perempuan Iran, khususnya setelah Revolusi Islam, telah bersinar di berbagai bidang ilmu pengetahuan, olahraga, dan seni di tingkat global serta meraih pencapaian-pencapaian yang berkelanjutan. Dalam laporan ini, Pars Today menyoroti pandangan para pengguna Iran di jejaring sosial X terkait isu tersebut.
Seorang pengguna bernama Mahni menulis: Kelahiran Sayidah Zahra (as) adalah Hari Perempuan, karena beliau menunjukkan bahwa seorang perempuan dapat mencapai puncak tertinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pengguna lain dengan nama Madafe’-e Vatan menyatakan: Sayidah Zahra (as) dengan pengorbanan dan keikhlasannya menggambarkan makna sejati kemanusiaan dan mengajak semua orang untuk meneladaninya.
Dalam konteks yang sama, Masoumeh Sa’adati” menulis: Kemajuan perempuan Iran adalah fakta yang tak terbantahkan. #hazrat-Madar #banoo-Aftab
Dalam cuitan lainnya, dengan membandingkan pandangan Islam dan Barat terhadap perempuan, ia menegaskan: Barat menjadikan perempuan sebagai etalase; Islam menjadikannya poros pendidikan.
Chador-e Khaki dengan menggunakan tagar #Hazrat-Madar dan #mazhar_nezabat menulis: Perempuan Iran adalah sumber inspirasi dalam bidang kewirausahaan perempuan.
“Maryam Rousta” menulis: Dalam mendukung kemandirian ekonomi perempuan, dunia telah tertinggal dari Islam selama tiga belas abad; hak kepemilikan dan kemandirian perempuan dalam Islam adalah hak yang resmi dan telah ditetapkan.
A. Biji menyatakan: Perempuan Iran sepanjang sejarah selalu memainkan peran kunci dalam kemajuan masyarakat.
Ali Asghar Delbari dengan tagar #Ganjineh-Mehr dan #Zan-Irani menulis: Perempuan Iran adalah ibu, pendidik, sekaligus kekuatan efektif di ranah sosial; simbol kapabilitas dan kewibawaan.
Maryam menyampaikan: Perempuan Muslim Iran adalah manusia yang berdaya, memiliki hak yang setara dalam hukum Islam, serta menjaga martabatnya; dengan partisipasi di bidang politik dan budaya, ia menunjukkan kemampuannya melampaui batas-batas gender.
Shirin Bayan menulis dengan mengutip pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam: Selamat atas kelahiran perempuan utama alam semesta, Fatimah az-Zahra (as), kepada para perempuan yang menjaga kesucian dan kehormatan. Hari Ibu akan segera tiba, dan aku bertanya-tanya, hari manakah yang bukan Hari Ibu? Hari pengorbanannya, hari kegelisahannya, dan hari tatapan penuh cintanya—selamat Hari Ibu. Imam Khamenei: Perempuan adalah bunga yang harum (rayhanah).
Omîd menulis: Hari Perempuan dan Ibu mengingatkan kita pada fakta bahwa masyarakat yang dinamis dan maju tidak mungkin terwujud tanpa kehadiran aktif dan efektif perempuan.
Akun Hazrat Ruhollah dengan mengutip Imam Khomeini menulis: Perempuan memiliki keagungan tersendiri dalam masyarakat; jika tidak lebih tinggi dari laki-laki, maka tidak lebih rendah darinya. Oleh karena itu, hari ini adalah hari kehidupan perempuan dan hari peletakan dasar kemuliaan serta peran besarnya dalam masyarakat.