Kesamaan Budaya yang Mendalam Antara Iran dan Jepang
-
Tamaki Tsukada, Duta Besar Jepang untuk Iran
Pars Today - Duta Besar Jepang untuk Iran menekankan kesamaan budaya yang luas antara kedua negara, menyatakan keterkejutannya atas modernitas Tehran dan kemegahan Isfahan, dan membandingkan keramahan orang Iran dengan tradisi Jepang.
Iran dan Jepang, dua peradaban kuno Timur, meskipun terpisah secara geografis, memiliki kesamaan budaya yang mendalam dalam adat istiadat, tradisi, dan transisi dari tradisional ke modern. Tamaki Tsukada, Duta Besar Jepang untuk Iran, menyoroti kesamaan ini dan menggambarkan masa depan hubungan budaya sebagai cerah.
Kesamaan Peradaban, dari Keramahtamahan hingga Transisi ke Modernitas
Tsukada menganggap kesamaan terpenting antara Iran dan Jepang terletak pada adat istiadat sehari-hari, penghormatan kepada orang tua, dan keramahan, dan membandingkannya dengan kesopanan Iran. Diplomat Jepang itu mengatakan bahwa kedua negara telah menghadapi tantangan Timur dan Barat, tradisi dan modernitas dalam 100-150 tahun terakhir.
Ia menganggap perayaan seperti Nowruz dan Yalda di Iran mirip dengan ritual serupa di Jepang, dan menekankan bahwa karakteristik ini merupakan dasar perilaku sosial dan diplomasi kedua negara.
Minat Pemuda Iran terhadap Budaya Jepang
Duta Besar Jepang untuk Iran menyatakan kepuasannya atas penerimaan luas animasi dan bahasa Jepang oleh pemuda Iran, dengan mengatakan bahwa kedutaan Jepang berperan sebagai fasilitator dan menyelenggarakan acara-acara seperti pemutaran film animasi.
Ia mengundang pemuda Iran untuk belajar di sekolah seni Jepang yang bergengsi dan mengingatkan mereka tentang kebijakan pintu terbuka bagi mahasiswa internasional.
Status Budaya Iran di Jepang
Di Jepang, universitas-universitas seperti Tokyo dan Osaka memiliki departemen bahasa Persia, dan banyak peneliti tertarik pada peradaban Iran kuno. Diplomat Jepang juga belajar bahasa Persia. Tsukada menyebut bahasa Persia sulit tetapi menarik, dan berharap minat masyarakat terhadap bahasa Persia akan meningkat di Jepang.
Pertukaran Budaya dan Pekan Bersama
Pekan Budaya Iran-Jepang telah diadakan selama 17 tahun berturut-turut, dan tahun ini berfokus pada sinema Jepang kontemporer. Pameran seperti “Iran Abadi” pada tahun 2024 dan “Kejayaan Iran” di masa lalu menunjukkan pengaruh budaya Iran di Jepang.
Duta Besar Jepang untuk Iran mengumumkan rencana untuk sebuah acara besar untuk menandai peringatan 100 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2029.
Pengalaman Pribadi; Dari Makanan Iran hingga Keajaiban Perjalanan
Tsukada jatuh cinta dengan sup terong dan dadih terong, dan menggambarkan jughor baghor Zanjan sebagai makanan yang lezat. Tehran mengejutkannya dengan kemodernan dan semangatnya, sementara Isfahan menginspirasinya dengan arsitekturnya yang teliti dan elegan. Mengunjungi pemakaman Jepang di Rey dan kembali ke Iran selama Perang 12 Hari adalah pengalaman yang paling berkesan baginya.
Tampaknya percakapannya dengan Duta Besar Jepang untuk Iran menggambarkan ikatan yang dalam dan berakar kuat yang melampaui jarak geografis, berdasarkan kesamaan moral, rasa hormat timbal balik terhadap warisan peradaban, dan minat yang tumbuh dari generasi muda.
Tampaknya, dengan perangkat diplomasi budaya dan inisiatif seperti pekan budaya dan pertukaran pendidikan, cakupan kerja sama antara kedua negara dapat menjadi lebih luas dari sebelumnya.(sl)