Shiraz; Salah Satu Pusat Utama Wisata Medis di Asia Barat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i182996-shiraz_salah_satu_pusat_utama_wisata_medis_di_asia_barat
Pars Today – Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz di Provinsi Fars, Iran, telah mengambil langkah besar untuk mengubah kota ini menjadi pusat wisata medis di Asia Barat dengan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Uzbekistan dan berencana untuk memperluas negosiasi dengan negara-negara tetangga lainnya.
(last modified 2025-12-26T09:06:11+00:00 )
Des 26, 2025 16:04 Asia/Jakarta
  • Shiraz; Salah Satu Pusat Utama Wisata Medis di Asia Barat

Pars Today – Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz di Provinsi Fars, Iran, telah mengambil langkah besar untuk mengubah kota ini menjadi pusat wisata medis di Asia Barat dengan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Uzbekistan dan berencana untuk memperluas negosiasi dengan negara-negara tetangga lainnya.

Universitas Kedokteran Shiraz, yang terletak di wilayah selatan Iran, dalam kerangka program jangka panjang dan dengan mengandalkan kapasitas ilmiah serta layanan medisnya, mempercepat proses transformasi Shiraz menjadi salah satu pusat utama pariwisata medis di kawasan. Strategi ini dirancang untuk menarik pasien internasional dan memperluas kerja sama lintas batas di bidang kesehatan.

 

Abdolkhalegh Keshavarzi, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Manajemen dan Sumber Daya Universitas Kedokteran Shiraz, dalam wawancara dengan kantor berita IRNA menyampaikan bahwa universitas tersebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan Uzbekistan dan berupaya memperluas kerja sama ilmiah serta medis dengan negara-negara tetangga. Ia menegaskan bahwa universitas berkomitmen untuk mendirikan kantor bersama dan memfasilitasi pengiriman dosen, sehingga lebih banyak pasien dapat datang ke Shiraz untuk mendapatkan perawatan.

 

Keshavarzi menekankan bahwa nota kesepahaman yang baik telah ditandatangani antara Rektor Universitas dan pejabat Uzbekistan.

 

Upaya Memperluas Kerja Sama Pariwisata Medis dengan Negara-Negara Kawasan

 

Keshavarzi menambahkan bahwa Universitas Kedokteran Shiraz berupaya menjalin kerja sama di bidang pariwisata medis dengan Uzbekistan, Tajikistan, serta negara-negara Oman, Qatar, dan negara lain di kawasan. Rencananya, kantor bersama akan didirikan dengan negara-negara tersebut. Saat ini, komite pariwisata telah menyetujui agar dosen universitas ini dapat melakukan kunjungan untuk memeriksa pasien di negara-negara tersebut.

 

Namun, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Manajemen dan Sumber Daya Universitas Kedokteran Shiraz menegaskan bahwa tujuan utama adalah agar pasien datang dan dirawat di Iran, bukan agar dokter Iran melakukan operasi atau perawatan di luar negeri.

 

Keshavarzi juga menyoroti peluang kerja sama dengan Tajikistan, yang menurutnya memiliki minat besar terhadap Shiraz, dan menekankan bahwa kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Ia menambahkan bahwa Irak termasuk negara dengan jumlah pasien pariwisata medis terbesar, di mana banyak pasien Irak datang ke Shiraz untuk mendapatkan perawatan. (MF)