Menlu Iran kepada Kanselir Jerman: Milikilah Sedikit Rasa Malu
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184074-menlu_iran_kepada_kanselir_jerman_milikilah_sedikit_rasa_malu
Menteri Luar Negeri Iran mengkritik standar ganda Jerman terkait hak asasi manusia dan mengatakan, "Hendaklah kalian sedikit malu! Akan lebih baik jika Jerman mengakhiri campur tangan ilegalnya di kawasan Asia Barat."
(last modified 2026-01-14T04:12:55+00:00 )
Jan 14, 2026 11:04 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran kepada Kanselir Jerman: Milikilah Sedikit Rasa Malu

Menteri Luar Negeri Iran mengkritik standar ganda Jerman terkait hak asasi manusia dan mengatakan, "Hendaklah kalian sedikit malu! Akan lebih baik jika Jerman mengakhiri campur tangan ilegalnya di kawasan Asia Barat."

Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi hari Selasa menanggapi pernyataan intervensionis oleh para pejabat Jerman, termasuk kanselir negara itu, terhadap Iran dengan mengatakan, "Lebih baik bagi Jerman untuk mengakhiri campur tangan ilegalnya di kawasan Asia Barat, termasuk dukungannya terhadap genosida dan terorisme."

Araqchi mengungkapkan, "Ketika Iran menghancurkan teroris yang membunuh warga sipil dan petugas polisi, kanselir Jerman dengan cepat menyatakan bahwa kekerasan adalah tanda kelemahan. Jadi, apa pendapat Anda tentang dukungan penuh Tuan Mertz terhadap pembantaian 70.000 warga Palestina di Gaza?"

Kepala dinas diplomatik Iran menegaskan, "Rakyat Iran ingat pujian menjijikkan Kanselir Jerman terhadap rezim Israel ketika Israel membom rumah dan industri Iran musim panas lalu. Kanselir Jerman bersikeras bahwa kekerasan yang tidak beralasan dan ilegal itu adalah "pekerjaan kotor" yang dilakukan Israel untuk melayani Eropa."

Kanselir Jerman Friedrich Mertz, dalam pernyataan intervensionis dan delusi, mengatakan, "Rezim Iran sudah tamat, dan saya pikir kita sedang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhirnya."

Di bagian lain, Menteri Luar Negeri Iran  menanggapi keputusan Parlemen Eropa untuk mencegah diplomat Iran memasuki gedung parlemen, dengan mengatakan, "Iran tidak mencari permusuhan dengan Uni Eropa, tetapi akan membalas setiap pembatasan."

Menyusul keputusan Parlemen Eropa untuk mencegah diplomat Iran memasuki gedung parlemen, Araqchi menegaskan,"Lebih dari dua tahun genosida di Gaza, yang telah merenggut nyawa 70.000 warga Palestina, belum mendorong Parlemen Eropa untuk mengambil tindakan nyata terhadap Israel."

Menteri Luar Negeri Iran mengungkapkan, "Meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang, ia bebas terbang di atas wilayah udara Eropa; sebaliknya, hanya beberapa hari kerusuhan hebat di Iran sudah cukup bagi Parlemen Eropa untuk melarang diplomat Iran memasuki gedung parlemennya."(PH)