Laksamana Sayyari: Musuh akan Menderita Kerugian Besar jika terjadi Perang
-
Laksamana Habibollah Sayyari
Pars Today - Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengenai ancaman dari musuh mengatakan: "Angkatan bersenjata Republik Islam selalu siap untuk menghadapi setiap ancaman, dan jika sesuatu terjadi, musuh pasti akan mengalami kerusakan besar."
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, Kepala Staf dan Wakil Koordinator Militer Republik Islam Iran, pada hari Rabu, (28/1/2026), dalam sebuah pernyataan yang menekankan kemampuan pasukan bersenjata Iran, menegaskan: "Kami akan berdiri menghadapi setiap ancaman, baik di darat, udara, maupun laut, dan militer selalu siap untuk menghadapi setiap ancaman."
Wakil Koordinator militer Republik Islam Iran, sambil merujuk pada perang kognitif dan gabungan dari musuh-musuh Iran, menambahkan: "Pejabat dan rakyat Iran yang sadar dan waspada tahu cara menghadapai tipu daya musuh dan dengan persatuan, solidaritas, serta kesatuan, mereka akan memberikan respon yang tepat terhadap musuh."
Laksamana Sayyari, sambil merujuk pada dampak dari peristiwa 22 Januari dalam menggagalkan konspirasi musuh, mengatakan: "Ketika musuh tidak mendapatkan hasil di bidang lainnya, mereka menekan di ranah perang non-fisik dan gabungan; tetapi rakyat Iran yang sadar tahu bahwa cara untuk menghadapi kondisi saat ini adalah dengan persatuan, kesatuan, dan solidaritas. Musuh ingin memecah belah kesatuan ini, tetapi pasti mereka tidak akan berhasil." Dia juga menegaskan kecerdasan dan wawasan bangsa Iran, dengan mengatakan: "Setelah perang selama 12 hari yang dipaksakan, rakyat sekali lagi menunjukkan kehadiran mereka yang penuh kesadaran dan menggagalkan konspirasi musuh."
Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, selanjutnya merujuk pada manipulasi media asing mengenai kehadiran kapal perang Amerika di kawasan, mengatakan: "Sejak tahun 1359 Hs (1980), mereka berencana untuk menerapkan diplomasi kapal perang bersenjata untuk menakut-nakuti kami, tetapi Imam Khomeini (ra) tentang kehadiran kapal perang Amerika di kawasan itu berkata: 'Jika saya ada di sana dan melihat itu, saya akan memukulnya dengan sandal saya.' Kalimat ini memiliki makna yang sangat mendalam dan mengajarkan banyak hal."
Laksamana Sayyari mengenai pesan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran terhadap kebohongan musuh, menekankan: "Militer dengan keyakinan penuh siap, seperti dalam Perang Pertahanan Suci selama 8 tahun dan 12 hari, dengan dukungan penuh dari rakyat, untuk mempertahankan integritas wilayah, kemerdekaan, dan sistem Republik Islam Iran yang suci, serta menjalankan misinya dengan cara terbaik." (MF)