Kapal Pesiar Segera Berlayar ke Pulau Abu Musa, Dorong Wisata Bahari
-
Kapal pesiar
ParsToday – Pulau Abu Musa dengan mengoperasikan sebuah kapal pesiar wisata dan membuka jalur laut reguler, mengambil langkah efektif dalam mengembangkan wisata bahari dan ekonomi pulau serta pulau-pulau sekitarnya.
Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Sabtu, 21 Februari 2026, Ahmad Banafi, Bupati Abu Musa, Jumat mengumumkan bahwa setelah pertemuan bersama dengan sektor swasta, kesepakatan yang diperlukan untuk menggunakan sebuah kapal pesiar guna mengembangkan wisata bahari di Teluk Persia dan memfokuskan pada Pulau Abu Musa telah tercapai.
Ia menambahkan, "Saat ini, proses administratif dan perolehan izin yang diperlukan untuk memulai perjalanan laut sedang berlangsung. Diperkirakan pelayaran uji coba pertama kapal ini akan dilakukan sebelum akhir tahun ini, dengan rute dari Bushehr menuju Abu Musa dan Kish."
Bupati Abu Musa menegaskan, "Setelah pelayaran uji coba, perencanaan yang diperlukan akan dilakukan agar setidaknya satu kali perjalanan dalam seminggu ke Pulau Abu Musa dapat dimasukkan dalam jadwal kapal pesiar."
Banafi juga merujuk pada kapasitas teknis dan fasilitas kapal ini, dan mengatakan, "Kapal dengan fasilitas penginapan dan layanan standar ini dapat memainkan peran efektif dalam memperkenalkan keindahan alam pulau dan memperluas wisata bahari."
Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Kapal Pesiar
Bupati Abu Musa melanjutkan, "Kapal sepanjang 145 meter ini memiliki empat mesin dengan total kekuatan 27.560 kilowatt dan mampu melaju dengan kecepatan 24 knot. Kapal ini dapat mengangkut hingga 1.700 penumpang dalam lima kelas berbeda."
Terdapat juga 250 kabin dengan lebih dari 581 tempat tidur di berbagai dek. Dek kedua dan ketiga dapat memuat 700 unit mobil penumpang. Fitur-fitur ini, selain memfasilitasi transportasi penumpang, memainkan peran penting dalam memperkuat perdagangan dan pariwisata pulau.
Kabupaten Abu Musa mencakup lima pulau berpenghuni dan satu pulau tak berpenghuni. Pusatnya adalah Pulau Abu Musa yang berjarak 220 kilometer dari Bandar Abbas, ibu kota Provinsi Hormozgan. Implementasi proyek ini dengan kerja sama sektor swasta dan pengelolaan pejabat lokal telah menciptakan prospek cerah bagi pengembangan wisata bahari dan ekonomi pulau strategis ini.(sl)