Araghchi: Gangguan di Selat Hormuz Akibat Perang yang Dipaksakan pada Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187034-araghchi_gangguan_di_selat_hormuz_akibat_perang_yang_dipaksakan_pada_iran
Pars Today – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa gangguan di Selat Hormuz disebabkan oleh perang yang dipaksakan pada Iran.
(last modified 2026-03-17T13:17:35+00:00 )
Mar 17, 2026 20:16 Asia/Jakarta
  • Antonio Guterres, Sekjen PBB dan Sayid Abbas Araghchi, Menlu Iran
    Antonio Guterres, Sekjen PBB dan Sayid Abbas Araghchi, Menlu Iran

Pars Today – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa gangguan di Selat Hormuz disebabkan oleh perang yang dipaksakan pada Iran.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Tasnim, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran berbicara melalui telepon dengan Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Senin (16/03/2026) malam, membahas perkembangan terbaru di kawasan dan berlanjutnya agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, serta perkembangan di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, dengan mengacu pada pelanggaran terang-terangan prinsip dan aturan dasar Piagam PBB dan hukum internasional akibat agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, mengingatkan tanggung jawab PBB dan Sekretaris Jenderal secara pribadi untuk mengutuk agresi ini secara tegas dan menghukum para agresor sesuai dengan Bab VII Piagam.

Araghchi menyerukan masyarakat internasional untuk memperhatikan sumber utama ketidakamanan yang dipaksakan pada kawasan dan Selat Hormuz, yaitu agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Ia menegaskan, “Situasi di Selat Hormuz tidak dapat dipertimbangkan tanpa memperhatikan situasi kawasan secara keseluruhan, karena gangguan dalam pelayaran di Selat Hormuz disebabkan oleh perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis. Setiap negara atau badan internasional yang peduli terhadap perdamaian dan keamanan harus secara bertanggung jawab dan tanpa kompromi mengutuk kejahatan kedua rezim ini dan menuntut agar mereka menghentikan agresi militer mereka terhadap rakyat Iran.”

Ia juga mengutuk agresi brutal rezim Zionis terhadap Lebanon dan pembunuhan ratusan orang di negara itu, dan menekankan, “Kelanjutan kelalaian dan ketidakpedulian terhadap pelanggaran hukum kriminal Israel di Palestina yang diduduki dan terhadap negara-negara di kawasan hanya akan menyebabkan perluasan lingkaran agresi rezim ini dan ketidakamanan yang semakin besar di kawasan dan dunia.”

Dalam panggilan telepon ini, Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan pandangannya tentang situasi di Teluk Persia, kawasan Asia Barat, dan keamanan maritim.(sl)