Sidang Tertutup Dewan Keamanan Membahas Agresi ke Infrastruktur Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187718-sidang_tertutup_dewan_keamanan_membahas_agresi_ke_infrastruktur_iran
Pars Today - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Jumat, waktu setempat, untuk membahas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk sekolah di Minab.
(last modified 2026-03-27T04:06:13+00:00 )
Mar 27, 2026 08:10 Asia/Jakarta
  • Sidan Dewan Keamanan PBB
    Sidan Dewan Keamanan PBB

Pars Today - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Jumat, waktu setempat, untuk membahas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk sekolah di Minab.

Menurut laporan IRNA, sidang yang diadakan atas permintaan Rusia, akan berlangsung secara tertutup dengan kehadiran 15 anggota tetap dan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat pagi, waktu setempat (New York).

Dalam surat kepada pejabat, Sekretaris Jenderal PBB, dan Dewan Keamanan, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran di PBB, mengenai serangan terhadap sekolah di Minab, menyatakan, “Pada hari pertama agresi Amerika Serikat dan Israel, sebuah sekolah dasar khusus perempuan di kota kecil Minab, yang terletak di Provinsi Hormozgan di selatan Iran, secara sengaja menjadi sasaran dan hancur.”

Amir Saeed Iravani menegaskan, “Akibat serangan kriminal ini, lebih dari 170 siswa perempuan yang tidak bersalah kehilangan nyawa, dan jenazah mereka dievakuasi dari reruntuhan setelah berjam-jam operasi penyelamatan. Pada hari yang sama, serangan serupa di kota-kota lain, termasuk di timur Tehran dan Abik di Provinsi Qazvin, juga menyebabkan kematian beberapa siswa.”

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB juga mengatakan dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss: “Tanggung jawab untuk melakukan penyelidikan ada di tangan pasukan yang melakukan serangan tersebut.”

Menargetkan sekolah, rumah sakit, atau fasilitas sipil lainnya secara sengaja, dianggap sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional humaniter.

Amerika Serikat, yang melakukan kejahatan ini, masih melakukan apa yang disebut investigasi untuk menghindari konsekuensi dan tanggung jawab atas tragedi kemanusiaan ini.

Serangan ini merupakan salah satu kasus terburuk korban sipil dalam beberapa dekade perang Amerika Serikat di Timur Tengah.

Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB juga mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis, waktu setempat, “Rekan-rekan kami di kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan telah menerima laporan tentang kerusakan luas pada layanan penting.”

Jubir PBB menambahkan, “Menurut statistik terbaru, Palang Merah Iran telah mengumumkan bahwa total lebih dari 87.000 unit perumahan dan komersial sipil, 600 sekolah, 289 pusat perawatan medis, 17 pusat Palang Merah, tiga helikopter, dan 48 kendaraan bantuan milik lembaga tersebut telah rusak.”

Dujarric menekankan, “Pasukan bantuan juga tidak luput dari konflik ini. Hingga kemarin, Kementerian Kesehatan melaporkan kematian 23 orang dan luka-luka 112 orang dari tenaga kesehatan. Palang Merah juga melaporkan kematian satu orang dan luka-luka 14 orang dari petugas bantuan hingga hari ini.”

Konflik ini telah menyebabkan orang-orang untuk pindah ke daerah yang lebih aman. Hal ini meningkatkan kerentanan mereka dan mengganggu akses mereka ke kebutuhan dasar, layanan dasar, dan sumber daya mata pencaharian.

Dujarric menambahkan, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi telah mengumumkan bahwa sejak dimulainya perang terhadap Iran, sekitar 33.300 warga Iran telah kembali dari Turki ke negaranya, dan 36.000 orang lainnya telah kembali ke Afganistan.

Agresi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang mengakibatkan syahadah Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dimulai pada tanggal 28 Februari 2026, sementara negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi beberapa negara di kawasan sedang berlangsung.

Republik Islam Iran, dalam kerangka hak membela diri, telah memberikan tanggapan yang tegas, terarah, dan proporsional, menargetkan posisi militer dan keamanan Israel di berbagai kota di wilayah Palestina yang diduduki, serta pangkalan dan pusat penempatan pasukan Amerika di kawasan, dengan serangan rudal, drone, dan udara yang tepat.(sl)