Perluasan Kerjasama Iran-Oman di Tengah Ketegangan Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i2092-perluasan_kerjasama_iran_oman_di_tengah_ketegangan_kawasan
Menteri Luar Negeri Oman yang memimpin sebuah delegasi tingkat tinggi telah tiba di Tehran, ibukota Republilk Islam Iran pada hari Sabtu, 20 Februari 2016.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 21, 2016 17:28 Asia/Jakarta
  • Perluasan Kerjasama Iran-Oman di Tengah Ketegangan Kawasan

Menteri Luar Negeri Oman yang memimpin sebuah delegasi tingkat tinggi telah tiba di Tehran, ibukota Republilk Islam Iran pada hari Sabtu, 20 Februari 2016.

Yusuf bin Alawi telah bertemu dengan mitranya di Iran, Mohammad Javad Zarif dan pejabat-pejabat tinggi Tehran lainnya termasuk Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dan Bijan Namdar Zanganeh, Menteri Perminyakan negara ini.

Kunjungan delegasi tinggi Oman ke Iran merupakan lawatan penting mengingat perlunya peningkatan level hubungan kedua negara yang bertetangga ini dan peran Muscat dalam perundingan nuklir Tehran dalam beberapa tahun terakhir.

Lawatan delegasi Oman ke Iran yang dilakukan pasca implementasi JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan pencabutan sanksi akan menjadi langkah baru ke arah hubungan yang lebih luas antara Tehran dan Muscat.

Iran telah menandatangani perjanjian dengan Oman untuk mengekspor 10 miliar meter kubik gas alam pertahun pada bulan Maret 2014. Perjanjian ini meliputi pembangunan pipa gas bawah laut melalui Teluk Persia dengan biaya yang diperkirakan mencapai satu miliar dolar.

Perbicaraan Menlu Oman dan Menteri Perminyakan negara ini dengan Menteri Perminyakan Iran pada Minggu (21/2/2016), juga dalam kerangka kelanjutan pelaksanaan perjanjian tersebut. Sementara pertemuan dengan Hassan Rouhani, Presiden Iran menjadi salah satu agenda kunjungan Yusuf bin Alawi ke Tehran.

Kunjungan delegasi Oman yang meliputi Menlu, Menteri Perdagangan, Ketua Dewan Investasi, Gubernur Bank Sentral dan Direktur Bank Muscat menunjukkan dimulainya langkah baru dalam hubungan antara Tehran dan Muscat.

Pembicaraan antara para pejabat Iran dan Oman akan memperluas kerjasama perbankan, perdagangan, industri, energi, realisasi pipa gas dan investasi bersama di sektor industri, pertambangan, transfortasi, bea cukai dan perbankan.

Kunjungan kerja delegasi pemerintah Oman ke Iran dilakukan ketika kawasan dalam kondisi yang paling sensitif. Situasi di Yaman dan Suriah memburuk. Kelompok-kelompok teroris termasuk ISIS menjadi sebuah ancaman kolektif bagi negara-negara regional, sehingga harus ada solusi untuk menangani ancaman ini.

Penguatan kerjasama di antara negara-negara regional adalah satu-satunya cara untuk menghapus ancaman yang ditimbulkan dari kelompok-kelompok teroris itu. Masalah tersebut telah menjadi poros pembicaraan antara Menlu Oman dan Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran.

Salah satu penghalang kerjasama dan kekompakan negara-negara di kawasan adalah kebijakan menyulut perang Arab Saudi di Suriah dan Yaman serta ketegangan yang dibuat Riyadh dalam hubungan antara Dewan Kerjasama Teluk Persia dengan Iran. Hal ini pula yang telah menimbulkan kekhawatiran bagi Oman.

Oman adalah sebuah negara yang kebijakan politiknya tidak pernah mengejar untuk menyulut ketegangan. Negara ini, selain selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan regional, juga berusaha memperluas kerjasama dengan negara-negara di kawasan, khususnya Iran.

Pernyataan Menlu Oman di Tehran telah menegaskan perspektif tersebut. Yusuf Alawi dalam jumpa pers bersama dengan Zarif menekankan pentingnya untuk mencegah petualangan dan gerakan sejumlah negara yang membahayakan kawasan. Ia mengatakan, Republik Islam Iran bisa membuka cakrawala baru bagi perkembangan dan stabilitas di kawasan.

Republik Islam Iran juga meyakini pentingnya untuk memiliki hubungan baik dengan negara-negara tetangga yang didasarkan pada saling memahami dan menghormati. Pemerintah Tehran telah menegaskan bahwa keamanan di Teluk Persia dan kawasan adalah keamanan bagi semua pihak. Setiap bentuk ketegangan dan krisis di kawasan tersebut akan merugikan semua negara regional dan menguntungkan kekuatan-kekuatan hegemoni.

Sementara itu, Menlu Iran menggambarkan dengan jelas tentang hubungan baik antara Tehran dan Muscat. Zarif mengatakan, Oman sebagai negara tetangga yang baik selalu dihormati oleh Iran. Perluasan hubungan dan peningkatan level kerjasama antara Iran dan Oman, kata Zarif, akan menguntungkan rakyat dan pemerintah kedua negara dan kami akan melanjutkan kerjasama ini. (RA)