Pesan Rahbar Terkait Teror di Irak dan Kecelakan Kereta Api
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, kelompok-kelompok penjahat Takfiri –yang melakukan balas dendam secara pengecut dan keji– telah menunjukkan kembali wajah buruk dan jahat mereka kepada semua orang.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pesannya pada Sabtu (26/11/2016) menyusul peristiwa pahit dan menyakitkan terkait gugur syahid dan terlukanya ratusan peziarah Arbain di Irak.
Rahbar menjelaskan, kelompok-kelompok penjahat dan pembawa kemalangan Takfiri –di mana pawai akbar Arbain dan keamanan tak tertandingi para peziarah Arbain Huseini (as) telah membutakan mata mereka dan menggagalkan konspirasi jahat mereka– membalas dendam secara pengecut dan keji dan menunjukkan kembali wajah buruk dan jahat mereka kepada semua orang.
Sebuah bom mobil meledak di pom bensin di distrik al-Shomali di kota al-Hilla, pusat Provinsi Babul, selatan Baghdad pada 24 November 2016. Laporan terbaru menyebutkan bahwa jumlah korban dalam insiden ini mencapai ratusan orang, di mana mayoritasnya adalah para peziarah dari Iran. Kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan keji ini.
Ayatullah Khamenei dalam pesannya juga menyinggung berbagai peristiwa pahit dan mengejutkan di negara-negara seperti Nigeria, Pakistan dan Afghanistan akibat kejahatan kelompok-kelompok yang serupa dengan Daesh.
Rahbar lebih lanjut mengingatkan kembali kepada umat Islam tentang bahaya Takfiri dan pemerintah-pemerintah pendukungnya.
Di bagian lain pesannya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung kecelakan kereta api di Semnan, 216 kilometer timur Tehran, ibukota Iran. Ayatullah Khamenei berdoa untuk kesembuhan bagi semua korban insiden ini.
Rahbar menegaskan, para pejabat dan pemangku kepentingan jangan sampai melewatkan peristiwa pahit ini dengan mudah. Mereka harus mengerahkan segenap upayanya untuk mengobati para korban dan meringatkan penderitaan mereka.
Tabrakan dua kereta api di Semnan pada Jumat, 25 November 2016 telah merenggut nyawa lebih dari 40 orang dan melukai ratusan lainnya. (RA)