Rouhani: Kerjasama Iran-Turki Untungkan Stabilitas Regional
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, stabilitas regional terutama di Irak dan Suriah harus didasarkan pada interaksi Iran dan Turki.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Mevlut Cavusoglu, Menteri Luar Negeri Turki di Tehran, ibukota Iran, Sabtu (26/11/2016).
"Dalam kondisi sensitif sekaran, konsultasi dan kerjasama antarkedua negara akan menguntungkan perdamaian dan stabilitas regional, dan dapat efektif dalam memecahkan persoalan," imbuh Rouhani.
Ia menjelaskan bahwa Republik Islam Iran dan Turki memiliki pandangan yang sama dalam prinsip-pinsip penting regional.
"Perlindungan terhadap integritas teritorial dan persatuan nasional di Irak dan Suriah, pembentukan pemerintahan di negara-negara ini dengan demokrasi dan suara serta pandangan rakyat, pencegahan pembunuhan dan penghancuran infrasruktur dan bantuan kepada para pengungsi untuk kembali rumah-rumah mereka merupakan langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan krisis di kawasan," jelas Rouhani.
Di bagian lain statemennya, Rouhani menuturkan, upaya para pejabat dalam memanfaatkan peluang dan kemampuan Iran dan Turki untuk merealisasikan kesepakatan dalam konteks peningkatan volume pertukaran perdagangan kedua negara adalah penting.
Presiden Iran juga menyinggung kudeta gagal di Turki pada 15 Juli 2016. Ia mengatakan, rakyat Turki pada hari itu menunjukkan loyalitasnya kepada suara dan demokrasi, di mana hal ini terjadi ketika Barat menggunakan standar-standar ganda di bidang demokrasi, bahkan dalam prakteknya, mereka tidak loyal kepada apa yang mereka katakan tentang demokrasi.
Sementara itu, Menlu Turki menyampaikan belasungkawa kepada para peziarah Iran menyusul serangan bom di al-Hillah, Irak yang merenggut nyawa dan melukai ratusan peziarah, di mamanyoritasnya adalah peziarah asal Iran.
"Peran Republik Islam Iran dalam menjaga perdamaian dan memerangi terorisme di kawasan adalah konstruktif dan bernilai," kata Cavusoglu.
Ia menjelaskan bahwa perlindungan integritas teritorial dan persatuan nasional di Irak dan Suriah akan menguntungkan Iran, Turki dan stabilitas kawasan.
"Negara-negara Barat hanya mengejar kepentingan-kepentingannya dalam persoalan regional," imbuhnya.
Menlu Turki lebih lanjut mengatakan, saat ini upaya untuk gencatan senjata di Suriah, penyelenggaraan persatuan nasional di negara ini, penyelesaian maslah melalui politik dan perlawanan bersama terhadap kelompok-kelompok teroris adalah penting.
Cavusoglu tiba di Tehran pada Sabtu pagi untuk bertemu dan berdialog dengan para pejabat senior Iran mengenai isu-isu penting nasional, regional dan internasional. (RA)