Instruksi Presiden Iran Sikapi Pelanggaran JCPOA oleh AS
-
Hassan Rouhani, Presiden Iran
Mereaksi pengabaian, penundaan dan pelanggaran kesepakatan nuklir, Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA dan mengikuti keputusan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dan delegasi pengawas JCPOA, Presiden Iran mengeluarkan instruksi terpisah untuk Menteri Luar Negeri dan Ketua Badan Energi Atom Iran.
Hassan Rouhani, Presiden Iran, Selasa (13/12) dalam suratnya untuk Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran menginstruksikan, mengingat pemerintah Amerika Serikat hingga kini dalam implementasi JCPOA menunda-nunda dan mengabaikan komitmennya terkait JCPOA dan dengan memperhatikan perpanjangan terbaru undang-undang sanksi atas Iran yang sejak lama diumumkan oleh Tehran sebagai pelanggaran JCPOA, terkait implementasi tahap-tahap yang sudah disepakati dalam JCPOA, dilakukan langkah-langkah untuk menangani kasus-kasus pelanggaran dan tindakan hukum lain serta internasional secara serius.
Hassan Rouhani dalam surat terpisah untuk Ali Akbar Salehi, Ketua Badan Energi Atom Iran menginstruksikan untuk melakukan tugas-tugas di bawah ini dalam rangka memperluas program damai nuklir Iran dalam kerangka komitmen internasional Iran.
1. Perencanaan untuk perancangan dan pembuatan propulsi nuklir dengan maksud untuk digunakan di bidang transportasi laut, dengan kerja sama pusat-pusat sains dan riset.
2. Penelaahan dan desain "produksi bahan bakar" untuk keperluan konsumsi propulsi nuklir dengan kerja sama pusat sains dan riset.
Senat Amerika baru-baru ini mengesahkan keputusan parlemen negara itu terkait perpanjangan 10 tahun undang-undang sanksi atas Iran atau I.S.A dengan suara mayoritas dan tanpa suara menentang. Dengan begitu, Kongres Amerika menyetujui perpanjangan sanksi atas Iran hingga tahun 2026. (HS)