Rouhani: Epik 9 Dey, Kecintaan Rakyat Iran kepada Wilayatul Faqih
Presiden Republik Islam Iran menilai Epik 9 Dey sebagai tanda kecintaan rakyat Iran kepada Wilayatul Faqih dan sistem Republik Islam.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan khusus pengawasan dan inspeksi masyarakat di Tehran, ibukota Iran, Rabu (28/12/2016). Pertemuan ini membahas partisipasi luas rakyat Iran dalam pawai 9 Dey 1388 Hs.
Ia mengatakan, pada hari itu, rakyat Iran merasa bahwa slogan-slogan agama dan Imam Husein as telah dinodai dan karena kecintaan tak terukur mereka kepada Imam Husein as dan pembelaan mereka kepada jalan yang benar, keluarga risalah, sistem Republik Islam Iran dan Wilayatul Fakih, mereka menciptakan gerakan besar tersebut.
Sebelumnya, Ali Larijani, Ketua Parlemen Iran dalam sidang terbuka pada Rabu mengatakan, rakyat Iran –dengan bimbingan Pemimpin Besar Revolusi Islam dan dalam posisi sensitif, di mana Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat serta Zionis berusaha menciptakan krisis di Iran dengan cara-cara licik– mereka dengan semangat keagamaan dan revolusioner mampu menguasai keadaan.
Jutaan rakyat Iran bepartispasi dalam pawai akbar 9 Dey tahun 1388 Hs bertepatan dengan 30 Desember 2009 untuk mereaksi rangkaian gerakan fitnah pasca pilpres periode ke-10 Iran yang mengklaim adanya kecurangan pemilu.
Gerakan spontan tersebut mampu mengakhiri fitnah yang memiliki dimensi luas, karena di sela-sela fitnah yang dikenal juga dengan "Fitnah 88" itu, terekam jejak AS dan Inggris, baik secara nyata maupun terselubung, yang beraktivitas melalui berbagai kedutaan besar negara-negara Barat. (RA)