Rouhani Tegaskan Kelanjutan Bantuan Iran kepada Afghanistan
Presiden Republik Islam Iran menegaskan kelanjutan bantuan dan upaya Tehran untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di Afghanistan.
Hassan Rouhani mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Abdullah Abdullah, Kepala Eksekutif Pemerintah Persatuan Nasional Afghanistan di Tehran, ibukota Iran, Rabu (11/1/2017).
Ia menilai keamanan, stabilitas politik dan persatuan nasional sebagai dasar utama untuk proses pembangunan Afghanistan dan kesejahteraan rakyat negara ini.
"Republik Islam Iran tidak akan pernah ragu untuk mengambil upaya apapun guna membantu rakyat dan pemerintah Afghanistan, "ujarnya.
Rouhani lebih lanjut mengapresiasi belasungkawa pemerintah dan rakyat Afghanistan atas meninggalnya Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran.
Presiden Iran juga menyatakan harapan bahwa melalui penguatan stabilitas politik dan persatuan di Afghanistan, proyek-proyek bersama akan segera terlaksana.
Ia menjelaskan, pengembangan pelabuhan Chabahar di tenggara Iran dan penguatan jaringan-jaringan rel kereta api termasuk sambungan jalur kereta api Iran ke Herat akan mempercepat perluasan kerjasama Tehran-Kabul.
Rouhani juga menyinggung terorisme dan menyebutnya sebagai persoalan yang tidak hanya bagi Afghanistan namun juga bagi seluruh dunia. Ia menegaskan pentingnya untuk menangani masalah ini.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pemerintah Persatuan Nasional Afghanistan yang mengunjungi Iran untuk berbelasungkawa dan menghadiri prosesi pemakaman Ayatullah Hashemi Rafsanjani mengatakan, Ayatullah Hashemi Rafsanjani adalah seorang tokoh yang dikenal masyarakat Afghanistan dan rakyat negara kami tidak akan pernah melupakan bantuan-bantuannya, terutama di masa-masa sulit.
Abdullah Abdullah juga menjelaskan kondisi internal dan proses perundingan damai di Afghanistan.
"Republik Islam Iran selalu menjadi pendukung pemerintah dan rakyat Afghanistan. Pemerintah Afghanistan bertekad untuk memperluas hubungannya di semua sektor dengan Republik Islam sebagai sebuah negara sahabat, " pungkasnya. (RA)