Belanda Dukung JCPOA
Menteri Luar Negeri Belanda, Bert Koenders saat bertemu dengan Majid Takht-Ravanchi, deputi menlu Iran untuk Eropa dan Amerika, seraya menyambut perluasan hubungan kedua negara menjelaskan, Belanda komitmen dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Bert Koenders Rabu (8/2) saat bertemu dengan Majid Takht-Ravanchi seraya mengisyaratkan kerja sama regional kedua negara mengungkapkan, “Belanda dan Eropa dapat bekerjasama dengan Republik Islam Iran di isu terorisme dan pengungsi.”
Sementara itu Majid Takht-Ravanchi di pertemuan ini seraya menjelaskan bahwa Republik Islam menghendaki perluasan hubungan dengan Eropa menjelaskan, “Tehran yakin kerja sama dengan Eropa dapat diperluas di sektor bilateral dan regional.”
“Kerja sama kedua negara selain di sektor minyak dan gas juga dapat diperluas di sektor lain seperti energi terbarukan dan infrastruktur ekonomi termasuk di bidang pertanian,” tandas Takht-Ravanchi.
Deputi menlu Iran hari Rabu juga berunding dengan anggota komisi hubungan luar negeri parlemen Belanda.
Di pertemuan yang dipimpin Han ten Broeke, juru bicara kebijakan luar negeri partai berkuasa Liberal dan anggota parlemen Belanda, Majid Takht-Ravanchi seraya menekankan perluasan hubungan antar parlemen antara Iran dan Belanda juga menyambut kunjungan timbal balik delegasi parlemen kedua negara dan menilanya hal ini sangat berpengaruh bagi pengokohan dan perluasan hubungan kedua negara.
Di pertemuan ini, anggota parlemen Belanda memaparkan pandangan mereka terkait JCPOA, transformasi regional termasuk Suriah dan Yaman, Hak Asasi Manusia (HAM) dan perluasan hubungan antara kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbeda dengan sikap pihak lain di kelompok 5+1, menekankan, JCPOA adalah kesepakatan terburuk yang hingga kini ia saksikan.
Trump selama masa kampanye pilpres senantiasa menyebut JCPOA sebagai tragedi dan kesepakatan terburuk di dunia serta berjanji akan merobek kesepakatan ini jika berhasil menjadi presiden Amerika.
Represi dan pengingkaran janji petinggi Amerika sejak awal implementasi kesepakatan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 berlangsung ketika menurut pengakuan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PBB dan Dewan Keamanan, Republik Islam Iran senantiasa melaksanakan komitmennya terhadap JCPOA. (MF)