Zarif: Iran Siap Pulihkan Program Nuklirnya Bila JCPOA Dilanggar
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, menekankan kesiapan penuh Republik Islam Iran untuk mengaktifkan kembali seluruh program nuklirnya jika terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Hal itu dikemukakan Mohammad Javad Zarif dalam wawancaranya dengan jaringan televisi ABC Amerika Serikat dan mengatakan bahwa JCPOA disusun atas dasar tidak adanya kepercayaan dari masing-masing pihak.
Ditambahkannya, seluruh elemen dan potensi yang diperlukan telah dicantumkan dalam kesepakatan tersebut untuk menjaga kedua pihak jika ada pelanggaran dari salah satu pihak.
Zarif menepis adanya keterkaitan antara ujicoba rudal Iran dengan dimulainya masa pemerintahan Presiden baru AS Donald Trump dan mengatakan, kapan pun Iran merasa perlu untuk mengujicoba rudalnya dari sisi teknis, maka akan melaksanakannya.
Menlu Iran juga menyinggung berlanjutnya upaya Tehran untuk memproduksi perlengkapan pertahanan dan menandaskan, langkah-langkah Iran ini sama sekali tidak dalam rangka provokasi antara individu atau negara-negara.
Pada kesempatan lain, dalam wawancaranya dengan BBC, Zarif menyinggung ancaman dan kebijakan Amerika Serikat mempersiapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan menegaskan, langkah-langkah Washington itu diambil untuk memprovokasi dan membuat Iran putus asa.
Di bagian lain, diplomat tertinggi Iran ini mereaksi klaim-klaim provokatif para pejabat Arab Saudi, AS dan rezim Zionis, soal "semua opsi ada di atas meja jika Iran melakukan sejumlah langkah-langkah khusus" dengan mengatakan, "Berdassarkan ketentuan internasional, opsi-opsi seperti ini adalah pelanggaran terhadap ketentuan internasional."
Menteri Luar Negeri Iran menekankan berlanjutnya kebijakan permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa dekade terakhir dan mengatakan, "Rakyat Iran selalu membuktikan bahwa mereka tidak akan menunjukkan reaksi positif di hadapan permusuhan."(MZ)