Rahbar: Partisipasi dalam Pemilu, Penjamin Martabat Negara
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37246-rahbar_partisipasi_dalam_pemilu_penjamin_martabat_negara
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut partisipasi luas rakyat di berbagai bidang terutama dalam pemilu sebagai imunitas dan pelindung kepentingan rakyat Iran serta penjaga martabat bangsa dan negara.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
May 07, 2017 14:26 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut partisipasi luas rakyat di berbagai bidang terutama dalam pemilu sebagai imunitas dan pelindung kepentingan rakyat Iran serta penjaga martabat bangsa dan negara.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan ribuan guru dari berbagai wilayah Iran, Minggu (7/5/2017) menandai Hari Guru Nasional.

Rahbar menilai pemilu di Republik Islam sebagai hal yang sangat krusial dan muncul dari Islam serta dari ide-ide demokrasi religius.

Beliau mengatakan, partisipasi semua rakyat dengan berbagai selera politik mereka dalam pemilu 19 Mei 2017 adalah penjamin perlindungan kedaulatan, martabat dan imunitas Iran, dan dengan partisipasi seperti ini, musuh tidak akan pernah mampu untuk melakukan segala bentuk tindakan anti-Iran.

Ayatullah Khamenei menambahkan, pemilu di Republik Islam Iran muncul dari Islam, dan bukan seperti ini bahwa "republik" dilekatkan pada "Islam," dan jika pemilu tidak ada, maka pada hari ini tidak akan ada jejak dari Republik Islam Iran.

Menuru Rahbar, satu-satunya penghalang pernyataan permusuhan oleh musuh adalah partisipasi rakyat di berbagai arena, sebab, martabat sebuah negara yang berpenduduk 80 juta jiwa dengan sumber daya manusia yang kuat dan cerdas serta memiliki jutaan pemuda, akan menciptakan ketakutan dalam diri musuh.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelaskan, hal dan tema utama dalam pemilu adalah partisipasi semua rakyat di tempat-tempat pemungutan suara untuk menunjukkan bahwa mereka siap untuk membela Islam dan Republik Islam serta menjaga imunitas negaranya.

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menilai pendidikan sebagai prasarana utama ilmu pengetahuan dan penelitian di Iran. Beliau menuturkan, jika pendidikan bergerak berdasarkan program dan kebijakan yang benar, Iran akan kaya dari segi ilmu pengetahuan dan penelitian.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengkritik pemerintah yang menerima Agenda Pendidikan Global 2030 UNESCO. Beliau menekankan bahwa Iran tidak akan menyerah pada agenda seperti ini.

Rahbar mengatakan, Agenda Pendidikan Global 2030 UNESCO dan sejenisnya bukanlah isu, di mana Iran harus menyerah dan tunduk padanya.

Rahbar menegaskan, penandatanganan dokumen ini dan pelaksanaannya secara diam-diam tentu saja keliru dan tidak diperbolehkan, dan hal ini telah diumumkan kepada lembaga-lembaga yang bertanggung jawab.

Ayatullah Khamenei menuturkan, mengapa apa yang disebut sebagai "Komunitas Internasional" yang berada di bawah pengaruh negara adidaya, memberikan hak pada dirinya untuk membuat keputusan bagi bangsa-bangsa di dunia yang memiliki berbagai budaya?

Beliau menegaskan bahwa pekerjaan tersebut salah, dan jika memang tidak bisa menolaknya, pemerintah seharusnya dengan jelas mengumumkan bahwa Republik Islam di bidang pendidikan tidak memerlukan dokumen seperti itu.

Ayatullah Khamenei kepada Dewan Tinggi Revolusi Budaya Iran mengatakan, dewan ini seharusnya memperhatikan masalah tersebut dan menjaganya serta tidak mengizinkan hal itu terjadi seperti sejauh ini sehingga kami terpaksa mencegahnya.

Rahbar menegaskan, di sini adalah Republik Islam Iran, dan negara ini berdasarkan Islam dan al-Quran. Dan di sini, lanjutnya, bukan tempat untuk menerapkan gaya hidup cacat dan merusak Barat, serta menerima dokumen seperti ini tidaklah berguna di Republik Islam. (RA)