Mencermati Upaya Tebar Iranophobia Pesaing Iran di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37638-mencermati_upaya_tebar_iranophobia_pesaing_iran_di_kawasan
Pemilu presiden Iran periode ke-12 akan dilaksanakan beberapa hari lagi dan pemilu ini tidak hanya penting untuk bangsa Iran, tapi juga bagi Timur Tengah.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
May 15, 2017 10:29 Asia/Jakarta

Pemilu presiden Iran periode ke-12 akan dilaksanakan beberapa hari lagi dan pemilu ini tidak hanya penting untuk bangsa Iran, tapi juga bagi Timur Tengah.

Salah satu strategi penting negara-negara yang menolak atau pesaing Iran di kawasan adalah menyebarkan isu Iranophobia. Tentu saja strategi ini bukan murni dari mereka tapi didiktekan oleh kekuatan-kekuatan Barat. Tapi selama beberapa tahun terakhir penentang dan pesaing Republik Islam Iran di kawasan proaktif menggunakan isu ini.

Arab Saudi dan Turki sebagai pesaing utama Iran, khususnya Arab Saudi yang kini telah mengubah persaingan menjadi permusuhan, berusaha keras menggagalkan kebijakan regional Iran, tapi yang terjadi target mereka tidak tercapai.

Republik Islam Iran dalam krisis Suriah memiliki posisi lebih baik dari kedua negara itu, sehingga Turki dan Rusia menjadi pengawas gencatan senjata antara kelompok oposisi dan pemerintah Suriah. Tapi Arab Saudi dengan mengalokasikan dana luar biasa selama enam tahun terakhir hanya menjadi penonton setiap pertemuan dan perundingan yang diselenggarakan untuk mencari solusi krisis Suriah.

Arab Saudi dan Turki telah berusaha sekuat tenaga untuk melemahkan pemerintahan Irak, khususnya dengan memanfaatkan kelompok teroris Daesh, tapi pemerintah Irak dengan dukungan Republik Islam Iran dan pasukan relawan Hashd al-Shaabi justru semakin dekat dengan Iran. Bahkan kini pemerintah Irak sedang berada di ambang kemenangan besar membersihkan seluruh negeri dari pendudukan teroris Daesh.

Arab Saudi menerapkan strategi yang sama di Yaman, negara tetangga di selatan Saudi. Arab Saudi berusaha mencegah menguatnya gerakan Ansarullah yang mendapat dukungan moral Iran. Dua tahun berlalu dari agresi tidak sebanding terhadap Yaman sebagai negara Arab paling miskin, tapi Al Saud tidak mampu meraih tujuan utamanya mengembalikan Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan.

Dalam atmosfir kawasan yang seperti ini, Turki dan Arab Saudi berusaha menebar isu Iranophobia, khususnya bahwa Iran tengah berusaha melemahkan dan meminggirkan Ahli Sunnah dan sebaiknya memperkuat Syiah di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, Turki dan Arab Saudi juga berusaha keras untuk menggambarkan kondisi dalam negeri Iran yang buruk. Mereka menyebut ada friksi yang dalam antara rakyat dengan sistem politik Republik Islam Iran.

Dengan mencermati kondisi ini, pemilu presiden periode ke-12 di Iran merupakan kesempatan penting bagi Republik Islam Iran untuk menunjukkan persatuan nasional antara pelbagai etnis begitu juga antara penganut Syiah da Ahli Sunnah. Di sisi lain, ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan Iran sangat dinamis dan memiliki vitalitas politik yang tinggi, berbeda dengan kebanyakan negara-negara Arab, khususnya Arab Saudi. Begitu juga Iran berbeda dengan Turki yang tengah mengarah pada sistem otoriter yang berpusat pada Erdogan.

Dengan kondisi yang dinamis dan memiliki vitalitas politik yang tinggi, Iran bukan hanya tidak menjadi ancaman bagi keamanan regional, tapi dalam bingkai demokrasi agama, Iran menjadi model politik bagi negara-negara di kawasan.